Peran Humas Kian Strategis di Era Digital dan AI

Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi (Bakom) RI, Fahd Pahdepie. Foto: Istimewa.

Peran Humas Kian Strategis di Era Digital dan AI

Kautsar Widya Prabowo • 6 August 2026 18:27

Jakarta: Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi (Bakom) RI, Fahd Pahdepie menegaskan peran Public Relations (PR) atau humas semakin strategis di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Humas dituntut mampu menjaga reputasi organisasi, membangun kepercayaan publik, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Fahd saat menghadiri ajang Indonesia Public Relations Top Leader 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan dan para pemimpin komunikasi yang berhasil membangun reputasi serta menjaga kepercayaan publik.

"Bentuk apresiasi bagi perusahaan dan para pemimpin yang berhasil membangun reputasi, menjaga kepercayaan publik, serta menghadirkan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Fahd, dalam keterangan tertulis, dikutip 6 Agustus 2026.

Fahd menjelaskan, praktisi PR perlu memahami tiga perubahan perilaku masyarakat, yakni survivorship bias, participation bias, dan authority bias. Ketiga fenomena tersebut menunjukkan masyarakat kini cenderung menginginkan hasil yang serba cepat.

Karena itu, tantangan komunikasi saat ini tidak hanya menghadapi misinformasi dan disinformasi, tetapi juga memastikan informasi yang benar tetap dipercaya oleh publik.


Ilustrasi. Foto: dok. Medcom.

Sementara itu, CEO sekaligus Chief Editor Warta Ekonomi Group, Muhammad Ihsan, mengatakan di era kecerdasan buatan (AI) dan derasnya arus informasi digital, kepercayaan menjadi aset paling berharga bagi setiap organisasi. Menurutnya, peran PR kini tidak lagi sebatas menyampaikan informasi, melainkan telah berkembang menjadi mitra strategis dalam menjaga reputasi, mengelola isu, dan membangun hubungan yang kredibel dengan publik.

"Komunikasi yang transparan, akurat, dan bertanggung jawab menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik. Karena itu, kami menghadirkan Indonesia Public Relations Top Leader 2026," ujar Ihsan.

Ia menambahkan, pemimpin PR dituntut mampu mengelola reputasi, membangun komunikasi yang terpercaya. Serta menjaga kepercayaan publik melalui pendekatan yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab.

(Gabriella Thesa Widiari)