Ilustrasi minyak dunia. Foto: Dok ICDX
Harga Minyak Turun, Brent Kini USD89,38 per Barel
Eko Nordiansyah • 29 August 2026 09:10
Houston: Harga minyak bergerak sedikit lebih rendah pada Jumat, 28 Agustus 2026, saat pasar mencermati laporan bahwa AS hampir mendapatkan akses ke cadangan minyak Venezuela. Sementara perhatian juga tertuju pada ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz.
Laporan juga menyebutkan bahwa Venezuela sedang mempertimbangkan untuk keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) di tengah hubungan yang kian erat dengan Washington.
Dikutip dari Investing, Sabtu, 29 Agustus 2026, kontrak berjangka minyak Brent turun 0,4 persen menjadi USD89,38 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,6 persen menjadi USD83,01 per barel.
Kedua kontrak tersebut diperkirakan akan mencatat penurunan antara empat hingga 5,5 persen minggu ini, meskipun sempat mengalami pemulihan kuat pada hari Kamis.
AS hampir capai kesepakatan akses cadangan minyak Venezuela
Pemerintahan Donald Trump hampir mengamankan akses jangka panjang ke sebagian cadangan minyak mentah Venezuela yang sangat besar, demikian dilaporkan Reuters pada hari Kamis.Kesepakatan tersebut diperkirakan akan segera ditandatangani dan akan memungkinkan pemerintah AS mengamankan sejumlah ladang minyak Venezuela untuk dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Amerika, menurut laporan Reuters.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Pasar minyak sempat was-was terhadap potensi peningkatan pasokan akibat kendali AS atas aset minyak Venezuela, setelah Washington menggulingkan pemimpin Nicolas Maduro dan mengambil alih kendali industri minyak negara tersebut.
Namun, para analis juga memperingatkan bahwa peningkatan pasokan yang nyata akan memakan waktu, mengingat besarnya pengembangan yang diperlukan pada infrastruktur minyak Venezuela.
Sebuah laporan terpisah menyebutkan bahwa Venezuela sedang mempertimbangkan rencana untuk keluar dari OPEC di tengah hubungan yang kian erat dengan Amerika Serikat. Langkah ini akan menjadi penarikan diri besar kedua dari kelompok produsen tersebut setelah Uni Emirat Arab menyatakan akan keluar dari OPEC.
Harga minyak menuju penurunan mingguan
Kontrak berjangka Brent dan WTI diperdagangkan lebih rendah sepanjang minggu ini, terutama tertekan oleh laporan sebelumnya mengenai kesepakatan Iran dan Oman untuk mengizinkan lalu lintas tertentu melewati Selat Hormuz.Pada hari Kamis, Iran menyatakan sedang menyusun daftar persyaratan untuk membuka kembali jalur perairan tersebut. Prospek pembukaan kembali jalur Hormuz sempat menekan harga minyak mentah, mengingat selat ini memasok sekitar seperlima kebutuhan minyak dunia sebelum konflik AS-Iran terjadi.
Namun, minyak mentah berhasil memangkas sebagian kerugian mingguannya pada hari Kamis setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump tidak berminat untuk kembali pada kesepakatan damai bulan Juni dengan Iran.
Teheran telah berulang kali mendesak AS untuk mematuhi ketentuan kesepakatan damai bulan Juni tersebut sebelum melakukan negosiasi lebih lanjut. Kesepakatan itu telah berakhir pada awal Agustus.