Kegiatan pelayanan masyarakat sterilisasi dan vaksinasi hewan secara gratis di Bekasi, Sabtu, 29 Agustus 2026
PDHI Dorong Profesi Dokter Hewan Lebih Dekat dengan Masyarakat
Whisnu Mardiansyah • 31 August 2026 22:06
Bekasi: Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, drh Mirjawal, menyatakan kesiapan mengikuti kontestasi pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PDHI dalam Kongres PDHI yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Mirjawal saat menghadiri kegiatan pelayanan masyarakat berupa sterilisasi dan vaksinasi hewan secara gratis di Bekasi, Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menyasar 150 kucing dengan melibatkan 40 dokter hewan.
Dalam kesempatan tersebut, Mirjawal mengatakan langkahnya maju dalam kontestasi kepemimpinan organisasi profesi dokter hewan tidak terlepas dari keinginannya memperkuat peran PDHI di tengah masyarakat.
“Saya menyatakan siap untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum PB PDHI pada Kongres PDHI Oktober mendatang. Saya memilih menyampaikan kesiapan ini di tengah masyarakat karena bagi saya, PDHI harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat dan memberikan dampak yang nyata,” kata Mirjawal dalam keterangan tertulisnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Mirjawal, organisasi profesi tidak hanya berkegiatan dalam lingkup internal. PDHI juga perlu hadir menjawab berbagai persoalan masyarakat, terutama terkait kesehatan dan kesejahteraan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, serta penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia.
“PDHI akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Kami ingin PDHI hadir, bekerja, dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat serta insan veteriner atas langkahnya mengikuti pemilihan Ketua Umum PB PDHI.
“Saya mohon doa dan restu. Ini adalah sebuah ikhtiar untuk memberikan pengabdian yang lebih luas. Mudah-mudahan ke depan kita bisa bersama-sama membawa PDHI menjadi organisasi yang semakin hadir, semakin dekat dengan masyarakat, dan semakin memberikan dampak,” katanya.
Mendapat Dukungan Pemkot Bekasi
Kesiapan Mirjawal mengikuti kontestasi kepemimpinan PB PDHI mendapat dukungan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, drh Satia Sriwijayanti Anggraini.
Dalam sambutannya, Satia mengapresiasi kontribusi PDHI Jawa Barat V dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan doa dan dukungan bagi langkah Mirjawal menuju pemilihan Ketua Umum PB PDHI.
“Terima kasih sekali lagi kepada PDHI Jabar V yang telah bersama-sama hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mari kita doakan bersama agar Ketua PDHI Jabar V, drh. Mirjawal, kelak dapat terpilih menjadi Ketua Umum PDHI tingkat nasional,” ujar Satia.
“Semoga doa dan dukungan Bapak dan Ibu sekalian dapat mewujudkan cita-cita drh. Mirjawal dan membawa PDHI berjaya di tingkat nasional. Aamiin,” lanjutnya.
Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan pelayanan masyarakat yang menjadi agenda kolaborasi PDHI Jawa Barat V dan Pemerintah Kota Bekasi melalui DKPPP.
Kegiatan pelayanan masyarakat itu merupakan agenda rutin tahunan PDHI Jawa Barat V bersama Pemerintah Kota Bekasi melalui DKPPP. Selain sterilisasi, kegiatan mencakup vaksinasi rabies dan edukasi mengenai kesehatan serta pemeliharaan hewan.
Mirjawal mengatakan sterilisasi tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga menjadi salah satu upaya pengendalian populasi.
“Pertama, ini adalah program pengendalian populasi. Sterilisasi merupakan metode yang paling baik digunakan untuk kontrol populasi,” kata Mirjawal.
Menurutnya, pengendalian populasi yang lebih baik juga dapat mendukung upaya pengendalian penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia.
“Kalau kontrol populasi berjalan, penyakit zoonosis juga akan lebih terkontrol. Salah satu yang paling berbahaya dan sering dibicarakan adalah rabies,” ujarnya.
Program serupa ke depan direncanakan menyasar kucing tidak berpemilik yang banyak ditemukan di pasar, jalan, dan ruang publik. Pelaksanaannya direncanakan melibatkan komunitas.
Program sterilisasi gratis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Yudi, warga Bekasi yang memelihara tiga kucing, menilai kegiatan tersebut membantu pemilik hewan yang memiliki keterbatasan biaya.
“Benar-benar membantu untuk para pencinta kucing yang memang ada masalah di biaya yang lumayan,” kata Yudi.
Ia juga menilai sterilisasi menjadi bagian dari tanggung jawab pemilik hewan agar jumlah kucing yang dipelihara tetap sesuai dengan kemampuan perawatan.
“Jangan sampai kucing beranak-pinak terus nggak bisa kita rawat,” ujarnya.