Foto: Nurul Sakinah Ridwan/Pexels
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026, Niat dan Keutamaannya
Riza Aslam Khaeron • 30 August 2026 18:39
Jakarta: Setelah Ayyamul Bidh pada bulan sebelumnya berlalu, kesempatan mengumpulkan pahala melalui ibadah puasa sunah tiga hari ini kembali hadir pada September 2026. Umat Islam yang mengamalkannya berkesempatan meraih pahala setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw.:
"Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, hasan).
Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menandai kalender. Sejumlah kalender Hijriah mencatat perbedaan penetapan tanggal untuk bulan ini. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui rujukan yang digunakan agar jadwal pelaksanaan puasa tidak keliru.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai jadwal, niat, hukum, hingga tata cara puasa Ayyamul Bidh untuk September 2026.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Ayyamul Bidh pada bulan Rabiul Akhir 1448 H jatuh pada 24–26 September 2026. Rincian pelaksanaannya adalah sebagai berikut:- Kamis, 24 September 2026 (13 Rabiul Akhir 1448 H)
- Jumat, 25 September 2026 (14 Rabiul Akhir 1448 H)
- Sabtu, 26 September 2026 (15 Rabiul Akhir 1448 H)
Hukum Puasa Ayyamul Bidh
Mengutip NU Online, hukum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh adalah sunah muakkad (sunah yang sangat dianjurkan), berdasarkan beberapa hadis Nabi saw., di antaranya:.jpg)
Artinya: "Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan r.a., ia berkata: 'Rasulullah saw. telah memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.'" (HR. Abu Dawud; An-Nawawi, Riyadhus Shalihin, juz II, halaman 81)
Niat dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut:1. Niat di dalam hati.
Niat puasa Ayyamul Bidh, sebagaimana puasa sunah lainnya (seperti puasa Senin-Kamis, puasa Arafah, dan sejenisnya), dapat dilakukan dengan niat puasa mutlak, misalnya "Saya niat berpuasa." Namun, yang lebih utama adalah membaca niat secara khusus:
.jpg)
Nawaitu shauma ayyamil bidhi lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'ala."
Selain diniatkan di dalam hati, disunahkan pula untuk mengucapkannya dengan lisan. Niat ini dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang hari sebelum masuk waktu zawal (matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
2. Makan sahur
Makan sahur lebih utama dilakukan menjelang masuk waktu Subuh sebelum imsak.
3. Melaksanakan puasa
Puasa dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.
4. Menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa,
Seperti berkata kotor, menggunjing orang lain, serta perbuatan dosa lainnya. Rasulullah saw. mengingatkan:
.jpg)
Artinya: "Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya melainkan hanya rasa lapar dan dahaga." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah dari riwayat Abu Hurairah r.a.)
5. Segera berbuka puasa begitu tiba waktu Magrib.