Presiden Lithuania Gitanas Nauseda. (Anadolu Agency)
Partai Sayap Kanan Jerman Menang Pemilu, Lithuania Khawatir Risiko Populisme
Willy Haryono • 8 September 2026 06:36
Vilnius: Presiden Lithuania Gitanas Nauseda menyebut hasil pemilihan umum negara bagian di Jerman yang menunjukkan kemenangan kuat partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) sebagai sesuatu yang “mengecewakan” dan “mengkhawatirkan."
Nauseda mengatakan hasil pemilu di negara bagian Saxony-Anhalt pada Minggu lalu sebenarnya sudah dapat diperkirakan berdasarkan jajak pendapat dan suasana politik di Jerman.
“Saya melihatnya sebagai sebuah kekecewaan,” kata Nauseda kepada wartawan di parlemen Lithuania, dikutip dari penyiar publik LRT, Senin, 7 September 2026.
Menurut dia, menguat dan mengakarnya kekuatan populis di sejumlah negara bagian Jerman merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan.
“Menguatnya dan mengakarnya kekuatan populis di beberapa negara bagian Jerman mengkhawatirkan,” ujar Nauseda.
Ia memperingatkan bahwa meningkatnya pengaruh kelompok populis dapat menggeser pusat gravitasi politik Jerman dalam beberapa tahun mendatang.
Meski demikian, Nauseda berharap kebijakan Jerman terhadap Lithuania tetap “sangat bersahabat dan konstruktif”. Ia juga memuji kebijakan luar negeri Kanselir Friedrich Merz, khususnya dukungannya terhadap Ukraina dalam perang melawan Rusia.
Dampak terhadap Uni Eropa
Nauseda mengakui menguatnya kelompok populis di Jerman juga dapat membawa sejumlah dampak positif.Menurutnya, perkembangan tersebut berpotensi memperkuat dukungan terhadap kebijakan migrasi Uni Eropa (UE) yang lebih ketat dan membuat pembahasan mengenai migrasi di lingkungan institusi UE menjadi lebih konstruktif.
Namun, ia memperingatkan dampak lain yang dinilainya berpotensi merugikan, terutama terkait anggaran jangka panjang UE.
Nauseda khawatir kemenangan AfD dapat memperkuat suara di Jerman yang menyerukan agar kontribusi negara tersebut terhadap anggaran bersama UE dikurangi.
“Saya khawatir setelah pemilu ini, suara-suara yang berpendapat bahwa Jerman harus berkontribusi lebih sedikit terhadap keuangan bersama Eropa dapat menjadi lebih kuat. Mari kita realistis saja," ungkapnya.
Nauseda menegaskan Lithuania akan tetap berupaya mendorong anggaran UE yang ambisius, meskipun ia mengakui perjuangan tersebut dapat menjadi lebih sulit.
Dalam pemilu Saxony-Anhalt, AfD memperoleh sekitar 44 persen suara, tetapi masih kekurangan tiga kursi untuk mencapai mayoritas mutlak yang diperlukan guna membentuk pemerintahan sendiri.
Hasil tersebut juga menjadi pukulan bagi Partai Persatuan Demokrat Kristen (CDU) yang berhaluan kanan-tengah dan dipimpin Merz. CDU telah memerintah Saxony-Anhalt selama 24 tahun.
Kemenangan AfD di negara bagian Jerman timur tersebut menjadi salah satu indikasi terbaru menguatnya dukungan terhadap kelompok populis dan sayap kanan dalam politik Jerman.
Baca juga: Politikus Eropa Khawatir Usai Kemenangan Partai Sayap Kanan Jerman