IHSG Dibuka Naik ke Level 6.639

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Dibuka Naik ke Level 6.639

Eko Nordiansyah • 8 September 2026 09:27

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 8 September 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.639,511.

IHSG dibuka menguat 19,84 poin atau 0,30 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,31 poin atau 0,20 persen ke posisi 657,73.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG juga bergerak menguat sebanyak 40,047 poin setara 0,60 persen ke level 6.659,720. IHSG berada di level tertinggi 6.665 dan terendah di 6.636.

Sebanyak 334 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 183 saham emiten lainnya melemah, dan 205 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,208 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 6,888 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.673,407 triliun.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

IHSG diperkirakan cenderung mixed

Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 7 September 2026, IHSG ditutup melemah 16,80 poin atau 0,25 persen ke level 6.619,67. IHSG melemah terutama akibat aksi profit taking investor setelah penguatan signifikan pada pekan sebelumnya.

Tekanan juga datang dari bursa regional yang cenderung kurang kondusif, seiring kenaikan harga minyak mentah dunia yang meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.

Di sisi domestik, sentimen relatif positif terlihat dari cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, dari USD145,3 miliar pada Juli 2026.

Kemudian, uang primer (M0) adjusted tetap tumbuh kuat sebesar 16,3 persen (yoy) menjadi Rp2.281,5 triliun, meskipun sedikit melambat dari pertumbuhan 17,1 persen (yoy) pada Juli 2026.

Sementara itu, Wall Street tadi malam libur Nasional Hari Buruh. Bursa Eropa ditutup bervariasi, seperti FTSE 100 turun 0,08 persen, DAX melemah 0,15 persen, dan CAC 40 terkoreksi 0,33 persen.

Secara keseluruhan market dipengaruhi oleh beberapa katalis utama, yaitu kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan berpotensi mendorong suku bunga tetap tinggi, sehingga muncul ekspektasi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 bps menjadi 2,5 persen yang menekan saham sensitif terhadap suku bunga.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed sembari terus mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah dan proses penanganan bencana alam yang terjadi, mulai gunung meletus, gempa bumi, hingga kebakaran hutan yang mengganggu aktivitas ekonomi nasional,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.

(Eko Nordiansyah)