Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Foto: Anadolu
Eks PM Inggris Tony Blair Minta Istilah Palestina Dihapus Dari Buku Pelajaran Sekolah
Muhammad Reyhansyah • 4 September 2026 08:58
London: Mantan Duta Besar Inggris untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jeremy Greenstock mengungkap bahwa mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair disebut meminta Otoritas Palestina menghapus istilah "Palestina" dari buku pelajaran sekolah.
Blair disebut meminta istilah tersebut diganti dengan "Samaria", nama dalam tradisi Alkitab yang merujuk pada wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.
Dalam wawancara dengan Middle East Eye yang diterbitkan pada Rabu, 2 September 2026, Greenstock mengatakan permintaan tersebut disampaikan dalam konteks upaya mencapai kesepakatan antara Palestina dan Israel untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak serangan 7 Oktober.
Greenstock mengatakan ia memperoleh informasi tersebut dari seorang sumber di lingkungan kementerian.
Menurutnya, Blair disebut diminta oleh Board of Peace untuk pergi ke Ramallah dan meminta perubahan dalam kurikulum Palestina agar Otoritas Palestina dapat dianggap sebagai pihak yang mampu mencapai kesepakatan dengan Israel.
"Dia baru-baru ini, sejauh yang saya pahami, diminta oleh Board of Peace untuk pergi ke Ramallah dan meminta agar kata 'Palestine' dihapus dari kurikulum Palestina," kata Greenstock, dikutip dari Middle East Monitor.
Namun, menurut Greenstock, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak permintaan tersebut.
"Presiden Mahmoud Abbas mengatakan dia tidak akan melakukan hal seperti itu," ujarnya.
Greenstock kemudian mempertanyakan prinsip yang mendasari Board of Peace dan kemampuan Blair untuk bertindak sebagai mediator yang netral dalam upaya menangani situasi pascaperang di Gaza.
Ia mempertanyakan pemahaman lembaga tersebut mengenai keadilan, rasa adil, serta sejarah konflik Israel-Palestina.