Penumpang LRT Kelapa Gading-Manggarai Diyakini Mencapai 40 Ribu saat Uji Coba Tarif Rp8

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Nattasya Amani Vrazeti.

Penumpang LRT Kelapa Gading-Manggarai Diyakini Mencapai 40 Ribu saat Uji Coba Tarif Rp8

Nattasya Amani Vrazeti • 3 September 2026 18:09

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meyakini penumpang harian LRT rute Kelapa Gading hingga Manggarai mencapai 40 ribu. Hal ini menyusul penerapan tarif sebesar Rp8 selama masa uji coba.

“Mudah-mudahan dalam sosialisasi dengan setiap tarif itu menjadi 8 perak rupiah, saya meyakini pasti setiap hari mungkin sudah bisa di atas 40.000 pelanggan yang baru, yang selama ini belum pernah menggunakan LRT lintasan dari Kelapa Gading sampai Manggarai,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 3 September 2026. 

Ia menjelaskan skema tarif khusus Rp8 ini berlaku hingga hari peresmian. Hal ini sebagai langkah persiapan serta sosialisasi kepada masyarakat luas. 

“Berkaitan dengan Velodrome, kemarin kami sudah rapat dan sudah saya putuskan sampai dengan hari-H apa, peresmian, maka kita akan menerapkan tarif 8 perak rupiah,” ujar dia. 

Rangkaian kereta LRT Jakarta Manggarai-Kelapa Gading berhenti di Stasiun LRT Jakarta Manggarai. Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU.

Selain untuk menarik animo publik, Pramono menambahkan masa uji coba ini dimanfaatkan Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan pekerjaan infrastruktur pendukung yang berada di bawah lintasan LRT.

“Sekaligus ini dalam rangka sosialisasi dan juga dalam rangka untuk persiapan penyelesaian hal-hal yang belum selesai terutama bukan di lintasan apa, LRT-nya, tetapi di bawah. Dan sekarang kita akan menyelesaikan itu,” kata Pramono.

Setelah diresmikan, Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan tarif datar (flat) sebesar Rp5.000 selama 1 hingga 2 bulan pertama operasional. Setelah periode tersebut usai, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk menentukan besaran tarif yang ideal.

“Dan juga tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono.

(Siti Yona Hukmana)