Suasana Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara. Metro TV/Azri
Dilema Pedagang Tempati Lapak Revitalisasi Pasar Sunter
Metro TV • 3 September 2026 14:21
Jakarta: Pedagang Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara, menghadapi situasi sulit untuk menempati lapak baru dalam rencana revitalisasi. Sebab, harga sewa kios tidak sesuai dengan kemampuan pedagang.
"Revitalisasi yang artinya harga yang dikeluarkan kepada pedagang itu sangat tidak logis. Di mana harga untuk lantai atas itu Rp 39 juta per meter persegi, dan lantai bawah Rp 49 juta per meter persegi, di luar PPN," kata Ketua Paguyuban Pasar Sunter Podomoro, Sutanto, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Sutanto, besaran harga sewa tersebut menyulitkan karena kondisi pasar sangat sepi. Daya beli masyarakat dapat memengaruhi pembayaran kios.
"Pedagang enggak mampu dalam hal ini, karena kondisi pasar itu sangat sepi. Ketidakmampuan pedagang untuk membayar itu karena daya beli di pasar sangat rendah. Dari mana kami memiliki uang ratusan juta?" ujar Sutanto.

Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara. Metro TV/Azri
Keluhan serupa disampaikan Randi, salah satu pedagang di Pasar Sunter Podomoro. Dia keberatan dengan biaya tersebut karena kondisi pasar masih sepi.
"Pedagang kecil seperti kami jelas berat kalau harus mengeluarkan uang sampai ratusan juta. Kondisi pasar juga sedang sepi," ujar Randi.
Pedagang meminta Perumda Pasar Jaya mempertimbangkan kembali harga lapak dengan melihat kemampuan ekonomi pedagang.
Puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pasar Sunter Podomoro berunjuk rasa di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Mereka berkumpul di depan Balai Kota DKI untuk meminta menghentikan revitalisasi.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)