Manager Priority Account Executive Kawasan Industri PLN Andi Kurniyawan (kiri). Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
99 Persen Listrik Data Center Masih di Jawa, PLN Arahkan Investor ke Luar Jawa
Nattasya Amani Vrazeti • 3 September 2026 22:50
Jakarta: PT PLN (Persero) mencatat sebanyak 99 persen konsumsi listrik untuk industri data center di Indonesia masih terpusat di wilayah Jawa. Sehingga, perusahaan mulai memetakan dan mengarahkan calon investor ke wilayah luar Jawa.
“Jawa dan konsentrasi Jawa ini paling banyak di Jawa Barat, Pak. Dari 159 ini ada sekitar 63 ya, 63 yang berada di Jawa Barat dengan kapasitasnya 1,3 giga,” kata Manager Priority Account Executive Kawasan Industri PLN Andi Kurniyawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis, 3 September 2026.
Baca Juga :
PLN Proyeksikan Kebutuhan Listrik Data Center Tembus 25 GW hingga 2034, Antisipasi 'Tsunami Demand’
“Ini contohnya kalau di Sulawesi kemarin kita diskusi dengan beberapa pemain data center tertarik di Bitung, Pak, Bitung. Katanya Bitung juga ternyata ada jalur, jalur apa... kabel laut. Di situ ada power ya sekitar 50 sampai 100 mega. Dan apa fasilitasnya kelihatan juga cukup menarik, dan kami sudah assess untuk Bitung, Pak. Jadi salah satu destinasi data center,” kata Andi.

Manager Priority Account Executive Kawasan Industri PLN Andi Kurniyawan (kiri). Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Meski demikian, PLN mengakui pengalihan lokasi ini memiliki tantangan tersendiri. Sebab, mayoritas pengelola data center masih enggan beroperasi jauh dari Jakarta akibat tuntutan pasar dan kebutuhan pengguna layanan.
“Ini yang jadi salah satu challenging adalah lokasinya terkonsentrasi, di sekitar Jawa Barat dan Jakarta dan sekitarnya saja. Kita belum bisa berhasil untuk agak menggeser. Karena ketika data center ini kita coba, pengelola data center ini kita coba ajak diskusi, mereka menyampaikan bahwa tenant atau user menginginkan ya di sekitar Jakarta saja,” jelas Andi.
Untuk mengimbangi keterbatasan tersebut, PLN menyusun peta komprehensif yang memuat ketersediaan listrik, pasokan air, jalur serat optik, hingga histori bencana guna menawarkan alternatif lokasi baru yang aman bagi investor.
“Kami sebenarnya jual assess juga terkait dengan air. Nah, kami juga punya peta dari sisi kami. Power-nya di mana, jalurnya dari mana, airnya dari mana, terus juga kabel fiber-nya dari mana, dan juga historical catastrophy-nya seperti apa. Jadi kami memang coba buat beberapa alternatif lokasi yang bisa menjadi pilihan untuk data center. Makanya beberapa data center bisa kita alihkan ke daerah-daerah Jawa Tengah dan ke Banten,” ujar Andi.