Masker ilustrasi. Dok Pexels.
Kualitas Udara Kota Bekasi Dipastikan Masih Aman di Tengah Sebaran Abu Anak Krakatau
Antonio • 7 September 2026 19:32
Bekasi: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi memastikan bahwa kualitas udara di wilayahnya masih dalam status aman untuk aktivitas masyarakat, kendati terdapat potensi sebaran paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala dan real-time melalui perangkat Air Quality Monitoring System (AQMS) yang terhubung langsung dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Berdasarkan data pemantauan, indeks kualitas udara Kota Bekasi sempat berada dalam kategori sedang pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, kondisi tersebut berangsur membaik pada sore hari. Pemantauan pukul 15.00 hingga 18.00 WIB menunjukkan kualitas udara berada dalam kategori baik.
"Kondisi serupa masih terpantau pada Senin pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB. adi, secara keamanan untuk beraktivitas itu masih aman," ujar Kiswatiningsih di Bekasi, Senin, 7 September 2026.
"Hanya saja, kami tetap mengimbau kepada seluruh warga Kota Bekasi untuk menggunakan masker dan kacamata untuk berjaga-jaga," tambahnya.

Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih. (Metrotvnews.com/Antonio)
Kiswatiningsih memaparkan, pergerakan sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada dinamika arah angin. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), arah angin hingga Minggu malam terpantau bergerak menuju kawasan Samudera Hindia.
"Sampai saat ini memang kalau kita pantau dari website BMKG, dari kemarin siang sampai malam, arah angin lebih cenderung ke Samudera Hindia. Harapannya untuk Kota Bekasi masih aman," kata dia.
Pemantauan Berkelanjutan via AQMS Patriot Candrabhaga
Lebih lanjut, pemantauan kualitas udara secara terpusat turut ditopang oleh perangkat AQMS yang ditempatkan di kawasan Stadion Patriot Candrabhaga. Fasilitas ini menjadi indikator penting untuk membaca kondisi udara Kota Bekasi secara objektif."Kita cek online terus karena Pak Wali sangat concern juga. Dari kemarin kita selalu infokan update terkait dengan kondisi udara," ungkap Kiswatiningsih.
Pihak DLH memastikan pengawasan intensif akan terus dilakukan selama 24 jam guna mengantisipasi segala kemungkinan perubahan cuaca maupun pergerakan partikel debu vulkanik ke depan.
"Harapannya, dengan tren dari kemarin jam 3 sore sampai pagi ini baik terus, insyaallah harapannya semakin membaik," pungkasnya.