Polisi Selidiki Dugaan Penjambretan WNA India di Gondangdia

Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa.

Polisi Selidiki Dugaan Penjambretan WNA India di Gondangdia

Anggi Tondi Martaon • 5 September 2026 22:11

Jakarta: Polsek Menteng menyelidiki dugaan penjambretan terhadap seorang perempuan warga negara India yang terjadi di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Petugas telah melakukan penanganan dan pengecekan lokasi kejadian.

"Sudah kami tangani, lakukan pengecekan TKP (tempat kejadian perkara) dan lakukan upaya penyelidikan terhadap pelaku," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu dikutip dari Antara, Sabtu, 5 September 2026.

Kasus tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Beredar rekaman yang memperlihatkan seorang perempuan yang diketahui merupakan warga negara India menangis dan histeris karena ponselnya diduga dijambret di kawasan Gondangdia.

Dalam rekaman tersebut, perempuan itu tampak mengalami kepanikan setelah kehilangan telepon selulernya. Sejumlah warga kemudian terlihat berkumpul di sekitar perempuan tersebut untuk membantu dan menenangkan korban.

Rekaman tersebut juga memperlihatkan sejumlah warga yang berada di lokasi setelah kejadian itu berlangsung. Rekaman itu kemudian beredar di media sosial dan mendapat perhatian warganet.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan tindak pidana tersebut, termasuk mengidentifikasi pelaku berdasarkan hasil pengecekan di tempat kejadian perkara.
Tangkapan layar perempuan korban penjambretan di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA/Instagram @jakartapusat.info).

Braiel belum menyampaikan secara rinci identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian tersebut, termasuk nilai barang yang diduga dibawa pelaku.

Polisi mengimbau masyarakat, termasuk warga yang melintas di kawasan Gondangdia dan wilayah Menteng lainnya, agar meningkatkan kewaspadaan ketika menggunakan atau membawa barang berharga di ruang publik.

Masyarakat juga diingatkan agar menjaga telepon seluler, tas, dompet, dan barang berharga lainnya, terutama ketika berada di lokasi yang ramai maupun saat berjalan di tepi jalan. 

(Anggi Tondi)