Wilayah Terpapar Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bengkulu hingga Bandung

Ilustrasi: lampungprov.go.id

Wilayah Terpapar Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bengkulu hingga Bandung

Riza Aslam Khaeron • 6 September 2026 15:55

Jakarta: Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah menyebar jauh dari kawasan gunung. Hingga Minggu, 6 September 2026, abu vulkanik terpantau menyebar ke sejumlah wilayah Pulau Sumatra dan Jawa.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau di atmosfer lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. Pemantauan tersebut didasarkan pada gabungan informasi PVMBG melalui MAGMA Indonesia, VAAC Darwin, serta citra satelit Himawari-9 BMKG.

Berikut rincian lebih lanjut terkait lima provinsi yang dilanda hujan abu vulkanik:

Lampung


Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik yang diduga sampai ke Kota Bandarlampung. Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Tangkapan layar

Lampung menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak karena lokasinya berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau. Pemerintah Provinsi Lampung mencatat laporan sebaran abu vulkanik dari enam kabupaten dan kota pada Minggu pagi, yakni:
  • Lampung Selatan
  • Bandar Lampung
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Pesisir Barat
BNPB memerinci lebih lanjut mengenai sejumlah daerah yang dipantau di Lampung. Di Lampung Selatan, wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Punduh Pedada dan Rajabasa.
Di Kabupaten Tanggamus, sebaran abu vulkanik dipantau di Kecamatan Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka, dan Kota Agung. Beberapa desa yang dilaporkan terdampak di Pematang Sawa, antara lain Tampang Tua, Tampang Muda, Martanda, Kaor Gading, Way Nipah, Guring, Kampung Baru, Betung, Tanjungan, dan Teluk Berak.

Banten

Wilayah Banten yang berada di seberang Selat Sunda juga mengalami hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. BNPB mencatat sedikitnya tujuh kecamatan di Kabupaten Serang terdampak abu vulkanik, yaitu:
  • Anyer
  • Cinangka
  • Ciomas
  • Mancak
  • Pabuaran
  • Baros
  • Padarincang
Abu vulkanik menyebar lebih jauh hingga Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang meminta warga menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta menutup makanan dan sumber air untuk mencegah kontaminasi abu.

"Laporan pagi ini, abu sudah sampai wilayah Karang Tengah. Artinya sebagian besar sudah terdampak karena itu daerah berbatasan dengan Jakarta kan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar.

DKI Jakarta

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta, menyebabkan Bandara Soekarno-Hatta ditutup hari ini. TransJakarta juga menghentikan sementara pengoperasian lift dan eskalator di seluruh halte sebagai langkah antisipasi agar abu tidak merusak fasilitas tersebut.

Pemprov DKI menyebut intensitas abu yang mencapai Jakarta diperkirakan relatif tipis dan dapat berubah mengikuti arah serta kecepatan angin.

“Yang paling penting, masyarakat tidak perlu panik. Tetap tenang, tetapi tingkatkan kewaspadaan dan ikuti informasi resmi dari pemerintah," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Marulitua Sijabat.

Jawa Barat

Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar cukup jauh hingga ke sejumlah wilayah di Jawa Barat, di antaranya:
  • Bogor
  • Cianjur
  • Bandung Barat: Abu ditemukan menempel pada teras dan kendaraan warga, termasuk di Cihanjuang.
  • Cimahi: Abu dilaporkan mencapai Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.
  • Depok
  • Bekasi: Abu tipis dilaporkan mencapai kawasan Babelan dan Muaragembong di Kabupaten Bekasi.

Bengkulu

Bengkulu menjadi wilayah paling jauh di Sumatra yang masuk dalam cakupan sebaran abu vulkanik berdasarkan pengamatan atmosfer. Badan Geologi menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer hingga Bengkulu.

BMKG mendeteksi klaster abu vulkanik pada ketinggian mencapai sekitar 50 ribu kaki yang bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, meliputi Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia.

Abu tersebut dilaporkan menyebar hingga Kabupaten Kaur, Bengkulu.
 

Sebaran Abu Anak Krakatau Bisa Terus Berubah

Daftar wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat berubah seiring perkembangan erupsi dan kondisi atmosfer. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan arah dan jangkauan penyebaran abu sangat bergantung pada arah serta kecepatan angin di berbagai ketinggian.

“Oleh sebab itu arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini,” ujar kata Lana di Bandung, Jawa Barat, mengutip Antara.

Masyarakat di daerah yang mengalami hujan abu vulkanik dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata ketika berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar rumah saat konsentrasi abu meningkat, serta menutup makanan dan sumber air agar tidak terkontaminasi.

BNPB juga meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi dari PVMBG, BMKG, BNPB, dan BPBD setempat.

(Riza Aslam Khaeron)