Petugas gabungan melakukan penertiban terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian.
Kerap Picu Kemacetan, 'Pak Ogah' di Sawah Besar Terjaring Razia
Christian • 9 April 2026 19:19
Jakarta: Petugas gabungan melakukan penertiban terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis, 9 April 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 15 orang yang terdiri dari juru parkir liar, pengamen, hingga pedagang asongan berhasil diamankan dari enam titik lokasi rawan.
“Kami amankan ada 15 PPKS di antaranya, 2 pedagang asongan, 9 juru parkir (Jukir) atau pak ogah dan empat pengamen,” ujar Kasatpol PP Kecamatan Sawah Besar, Darwis Silitonga, di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Darwis menjelaskan, penjangkauan ini dilakukan di sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Pangeran Jayakarta, Jalan Gunung Sahari, Jalan Mangga Dua Raya, Jalan Industri, hingga Jalan Mangga Besar Raya. Operasi ini merupakan langkah tegas untuk mengurangi titik rawan kemacetan dan gangguan ketertiban umum di kawasan tersebut.
Menurut Darwis, keberadaan juru parkir liar atau 'pak ogah' menjadi keluhan utama warga melalui aplikasi CRM dan JAKI. Keberadaan mereka dinilai sering memicu kepadatan arus lalu lintas karena memanfaatkan celah kemacetan untuk mencari keuntungan pribadi dari para pengemudi.
“Di Sawah Besar ini terkenal dengan pak ogahnya, terkenal dengan pemukiman kumuhnya, jadi hari ini kita sama bersama tiga pilar melakukan kegiatan penjangkauan terhadap PPKS. Keberadaan mereka ini sangat mengganggu memang,” tegas Darwis.
Seluruh PPKS yang terjaring, termasuk satu orang wanita, langsung dibawa ke Panti Sosial Kedoya, Jakarta Barat. Di sana, mereka akan menjalani proses pembinaan intensif serta dibekali berbagai keterampilan agar tidak kembali turun ke jalanan.

Petugas gabungan melakukan penertiban terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian.
Di sisi lain, salah satu pak ogah yang terjaring bernama Kelik mengaku terpaksa turun ke jalan demi mencari uang tambahan untuk kebutuhan makan sehari-hari. Ia berdalih pekerjaan tersebut dilakukan secara sukarela tanpa paksaan kepada para pengendara.
“Paling hanya dapat Rp 20.000 saja untuk makan dan rokok, ya tidak papa. Kalau ada yang tidak kasih saat di parkiran saya tidak memaksa. Tidak kasih, ya tidak apa-apa,” ucap Kelik.
Meski demikian, petugas tetap menindak tegas seluruh PPKS demi memastikan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan warga yang melintas di wilayah Jakarta Pusat.