Kamal Kharazi. (ParsToday)
Mantan Menlu Iran Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel
Riza Aslam Khaeron • 10 April 2026 14:05
Teheran: Kamal Kharazi, mantan Menteri Luar Negeri Iran yang menjabat selama delapan tahun sekaligus salah satu tokoh diplomatik paling berpengaruh di negara tersebut, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 9 April 2026.
Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 81 tahun akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan AS-Israel di kediamannya di Teheran, sembilan hari sebelumnya. Sang istri juga turut menjadi korban tewas dalam serangan tersebut.
Melansir TurkiyeToday pada Jumat, 10 April 2026, kantor berita Mehr dan ISNA melalui Telegram melaporkan bahwa Kharazi, "yang terluka dalam serangan teroris yang dilakukan oleh musuh Amerika-Zionis beberapa hari lalu, gugur sebagai martir malam ini."Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 81 tahun akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan AS-Israel di kediamannya di Teheran, sembilan hari sebelumnya. Sang istri juga turut menjadi korban tewas dalam serangan tersebut.
Kematiannya menambah daftar panjang deretan tokoh militer dan politik senior Iran yang tewas sejak dimulainya agresi AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Karier Kharazi dalam pemerintahan Iran membentang selama empat dekade, yang dimulai sesaat setelah Revolusi Islam 1979. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Urusan Politik di Kementerian Luar Negeri serta menjadi juru bicara militer selama masa Perang Iran-Irak pada dekade 1980-an.
Selanjutnya, ia dipercaya mewakili Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, sebelum akhirnya diangkat menjadi Menteri Luar Negeri di bawah kepemimpinan Presiden reformis Mohammad Khatami dari tahun 1997 hingga 2005.
Sebelum wafat, ia masih menjabat sebagai Ketua Dewan Strategis Hubungan Internasional, sebuah badan penasihat tingkat tinggi di bawah Kementerian Luar Negeri. Masa jabatannya sebagai menteri luar negeri dianggap sebagai salah satu periode diplomasi paling aktif dalam sejarah pascarevolusi Iran.
| Baca Juga: Gencatan Senjata AS-Iran, Apakah akan Bertahan Lama? |
Periode tersebut ditandai dengan upaya pendekatan yang hati-hati terhadap negara-negara Eropa serta komunikasi terbatas dengan pihak Barat. Wafatnya Kharazi terjadi di tengah rangkaian serangan AS-Israel yang secara sistematis menargetkan kepemimpinan senior Iran.
Menurut laporan media setempat, daftar tokoh yang tewas mencakup Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta sejumlah pejabat militer dan politik papan atas lainnya. Kharazi sendiri masih menjabat sebagai penasihat kantor pemimpin tertinggi saat peristiwa serangan itu terjadi.
Serangan yang menargetkan rumah kediamannya di Teheran pada 1 April tersebut menewaskan istrinya seketika dan melukai Kharazi dengan parah. Hingga saat ini, baik Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan pernyataan resmi atau mengeklaim tanggung jawab atas operasi tersebut.
Belum dapat dipastikan pula apakah Kharazi merupakan target utama dari serangan tersebut.
Di pengujung usianya, Kharazi tetap menjadi sosok vokal yang merepresentasikan kebijakan luar negeri Iran.
Pada tahun 2022, ia sempat menyatakan kepada Al Jazeera bahwa Teheran memiliki "sarana teknis untuk memproduksi bom nuklir," meskipun ia menegaskan bahwa belum ada keputusan resmi untuk memproduksinya—sebuah pernyataan yang memicu sorotan dunia internasional.
Baru-baru ini, ia dilaporkan sempat memberi indikasi bahwa Iran belum sepenuhnya menutup pintu bagi negosiasi tidak langsung. Meski begitu, ia juga menyampaikan kepada CNN bahwa ia melihat "tidak ada ruang untuk diplomasi" dengan pemerintahan Amerika Serikat saat ini.
Selain itu, ia diketahui terlibat dalam upaya mediasi oleh Pakistan untuk mengatur pertemuan antara pejabat senior Iran dan Wakil Presiden AS, JD Vance.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com