Iran Desak Arab Saudi dan UEA Tolak Penggunaan Wilayahnya oleh Militer AS

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani. (Press TV)

Iran Desak Arab Saudi dan UEA Tolak Penggunaan Wilayahnya oleh Militer AS

Muhammad Reyhansyah • 7 April 2026 16:56

Teheran: Iran mendesak Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk tidak mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan wilayah dan ruang udara mereka dalam melancarkan serangan militer terhadap Iran, seraya mengingatkan kedua negara tersebut akan “tanggung jawab internasional” mereka.

Dalam dua surat terpisah yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani merinci sejumlah insiden pesawat tempur AS yang beroperasi dari atau melintasi wilayah udara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk melakukan pengeboman terhadap target di Iran.

Menurut surat tersebut, serangan terjadi terutama pada 23, 24, dan 28 Maret 2026.

Dalam surat terkait Arab Saudi, Iravani mencatat lebih dari selusin insiden, termasuk penggunaan jet tempur F-16SV untuk melakukan serangan, serta keterlibatan pesawat F-35 dan F-15E dalam operasi tambahan.

Surat terpisah juga menguraikan aktivitas serupa dari wilayah Uni Emirat Arab, termasuk operasi pesawat pengintai U-2S milik Amerika Serikat yang melintasi wilayah udara negara tersebut pada 23 Maret.

“Sehubungan dengan tanggung jawab internasional negara yang menyediakan wilayahnya untuk tindakan agresi,” tulis Iravani, dikutip dari PressTV, Selasa, 7 April 2026. 

“Iran menyampaikan keberatan keras dan tegas serta mendesak kedua negara untuk menjunjung prinsip bertetangga baik dan mencegah penggunaan wilayah mereka untuk serangan lebih lanjut terhadap Iran,” lanjut Iravani.

Ia menegaskan bahwa Iran tetap menghormati kedaulatan kedua negara tersebut, namun “mempertahankan hak inheren untuk mengambil semua langkah yang diperlukan dan tepat, termasuk hak untuk membela diri,” guna melindungi kedaulatan dan integritas wilayahnya.

Konflik meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang disebut Iran sebagai agresi tanpa provokasi dan mencakup serangan terhadap fasilitas nuklir, sekolah, dan rumah sakit.

Sebagai respons, pasukan Iran meluncurkan lebih dari 100 gelombang serangan balasan dalam operasi yang disebut “True Promise 4," menggunakan ratusan rudal balistik, hipersonik, serta drone yang menargetkan aset Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Baca juga: Puing Rudal Jatuh di Fasilitas Gas Uni Emirat Arab, Satu Orang Tewas

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)