Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Emas Masih dalam Tren Naik, Ini Faktor Pendukungnya
Eko Nordiansyah • 20 April 2026 11:57
Jakarta: Harga emas dunia pada perdagangan Senin, 20 April 2026 diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren penguatan. Bahkan, penguatan ini terjadi di tengah kombinasi sinyal teknikal yang tetap positif, serta dukungan sentimen fundamental global yang masih kuat.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada time frame harian masih menunjukkan struktur bullish yang solid, meskipun sempat dibuka dengan gap down pada awal perdagangan.
Secara teknikal, pembukaan harga yang sempat membentuk gap down menjadi perhatian pelaku pasar. Namun, kondisi tersebut diikuti oleh terbentuknya swing low pada time frame yang lebih kecil, yang mengindikasikan adanya peluang harga untuk bergerak menutup kembali area gap tersebut.
"Dalam dinamika pasar, penutupan gap kerap menjadi sinyal harga berupaya kembali ke jalur tren utamanya," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 April 2026.
Potensi kelanjutan tren naik
Menurut Geraldo, peluang penutupan gap ini justru memperkuat potensi kelanjutan tren naik, terutama karena secara struktur yang lebih besar, harga emas masih bergerak dalam tren bullish yang kuat. Hal ini tercermin dari posisi harga yang tetap bertahan di atas indikator Moving Average 21 dan 34, yang saat ini berfungsi sebagai support dinamis sekaligus penopang utama tren kenaikan.(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)
Selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut, maka peluang penguatan dinilai masih cukup terbuka. Dalam proyeksi pergerakannya, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi naik menuju level resistance terdekat di kisaran 4.892. Level ini menjadi area penting yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat.
"Apabila harga mampu menembus level tersebut secara meyakinkan, maka peluang kenaikan lanjutan menuju target berikutnya di level 5.045 semakin terbuka. Level ini tidak hanya menjadi resistance teknikal, tetapi juga menjadi level psikologis yang berpotensi menarik perhatian pelaku pasar," ujar dia.
Faktor penopang kenaikan harga emas
Dari sisi fundamental, prospek kenaikan harga emas juga masih ditopang oleh tingginya ketidakpastian global. Faktor seperti tensi geopolitik, risiko perlambatan ekonomi, serta volatilitas pasar keuangan masih mendorong investor untuk mempertahankan eksposur terhadap aset safe haven, termasuk emas.Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung lebih dovish menjadi sentimen positif tambahan. Pasar mulai memperkirakan Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga secara agresif, bahkan membuka peluang adanya penurunan suku bunga di masa mendatang. Kondisi ini meningkatkan daya tarik emas sebagai aset non-yielding.
"Di sisi lain, potensi pelemahan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor pendukung bagi harga emas. Dengan adanya hubungan negatif antara dolar dan emas, tekanan terhadap dolar akan memberikan ruang bagi harga emas untuk terus menguat," jelas Geraldo.
Faktor lain yang turut diperhatikan adalah aliran likuiditas dan rebalancing posisi pelaku pasar, yang biasanya terjadi setelah pembukaan pasar dengan gap. Proses ini berpotensi mempercepat penutupan gap dan mendorong harga kembali mengikuti tren utama yang sedang berlangsung.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas hari ini masih cenderung positif, dengan peluang penguatan yang tetap terbuka selama harga bertahan di atas area support kunci. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang sejalan, harga emas dinilai berpotensi menguji resistance terdekat dan bahkan melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi.
"Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati dinamika pasar global dan volatilitas jangka pendek yang masih mungkin terjadi. Dengan memperhatikan level-level penting dan perkembangan sentimen global, investor diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih terukur di tengah pergerakan pasar yang dinamis," kata dia.