Pramono Minta BUMD DKI Tingkatkan Daya Saing

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.

Pramono Minta BUMD DKI Tingkatkan Daya Saing

Anggi Tondi Martaon • 18 April 2026 07:44

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) meningkatkan daya saing sehingga tidak hanya dominan di pasar domestik. Entitas usaha milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai berani melakukan ekspansi ke level yang lebih luas.

Hal itu disampaikan Pramono dalam acara BUMD Leaders Forum 26 Synergy For Resilience bertajuk Memperkokoh Peran BUMD Sebagai Pilar Ekonomi Dalam Ekosistem Jakarta Global City.

"Tidak menjadi pemain lokal, tapi bertarung keluar, di antaranya, misalnya Bank Jakarta, Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan yang lain-lain, dan saya yakin itu akan bisa memberikan manfaat juga bagi Jakarta," kata Pramono, dikutip dari Antara, Sabtu, 18 April 2026.

Di tengah ambisi penguatan peran sebagai pilar ekonomi Jakarta Global City, dia juga mengingatkan perihal tantangan eksternal yang nyata. Dia pun menyoroti kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu serta ancaman fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada periode April hingga September 2026. 

"Maka saya minta juga mereka harus mempersiapkan diri. Dengan demikian, mudah-mudahan konsolidasi BUMD membangun corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dan dikelola secara profesional," ungkap Pramono.

Pramono optimistis pengelolaan yang profesional dapat membuat BUMD Jakarta jauh lebih tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi pada masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengatakan forum tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan pada Desember 2025 lalu. BUMD Leaders 2026 mengangkat tiga topik diskusi strategis. Pertama, akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing dan sinergi pembiayaan.

Ilustrasi DKI Jakarta. Foto: Medcom.id.

“Untuk Triwulan I tahun 2026, Alhamdulillah, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yaitu PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan juga Food Station Tjipinang," tutur Syaefuloh.

Topik kedua, yakni optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis, dengan pokok hasil diskusi, di antaranya penjaminan proyek BUMD oleh PT Jamkrida Jakarta dan optimalisasi penjaminan kredit Bank Jakarta melalui PT Jamkrida Jakarta.

Kemudian, topik ketiga, yaitu peningkatan produktivitas aset strategis sebagai investment driver dan new revenue stream generator, di antaranya untuk pengembangan properti hotel, hunian mix-used, park and ride, serta pengembangan infrastruktur, seperti pengolahan air limbah, distribusi dan pengolahan pangan. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)