Ilustrasi. Medcom.id
Publik Diajak Tak Mudah Terhasut Narasi Provokatif
Arga Sumantri • 16 April 2026 19:09
Jakarta: Aliansi Mahasiswa Kristen Jakarta (AMKJ) menyoroti polemik video potongan pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang viral di media sosial. Organisasi mahasiswa ini mengajak masyarakat tak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Koordinator Pusat AMKJ, Jeremi Sianturi, mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sepihak. Menurutnya, penyebaran konten tanpa verifikasi utuh berisiko memperkeruh keadaan.
"Masyarakat harus memperoleh informasi terverifikasi sebelum menyebarkannya guna menghindari polarisasi," tegas Jeremi di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Tolak narasi pecah belah
AMKJ menolak segala bentuk narasi bernada memecah belah persatuan bangsa. Jeremi menekankan bahwa isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tidak boleh menjadi alat untuk menciptakan konflik.Sebagai bagian dari mahasiswa Kristen, mereka berkomitmen menjadi pembawa damai serta menjaga etika berkomunikasi dalam ruang digital.

Aliansi Mahasiswa Kriste Jakarta (AMKJ). Istimewa.
Jeremi juga mengingatkan masyarakat mengenai rekam jejak Jusuf Kalla sebagai tokoh perdamaian Indonesia. Peran aktif JK dalam mendamaikan berbagai konflik besar seperti di Poso dan Aceh menjadi bukti nyata dedikasinya terhadap keutuhan NKRI. AMKJ meyakini mustahil bagi JK memiliki niat untuk memecah belah bangsa sendiri melalui narasi-narasi negatif.
AMKJ mengajak publik untuk lebih dewasa dalam menghadapi dinamika informasi di era digital yang sangat cepat. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan keberagaman Indonesia tetap terjaga di atas landasan nilai kebenaran dan kasih. Melalui dialog konstruktif, setiap isu nasional diharapkan dapat terselesaikan tanpa harus menimbulkan luka sosial.
AMKJ berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dalam menjaga kondusivitas nasional. Publik juga diyakini masih memiliki kematangan berpikir untuk menyaring informasi secara bijaksana.