Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga, Kementan: Masyarakat Mesti Rasional saat Berbelanja

Ilustrasi berbelanja pangan di pasar. Foto: Biro Humas Kemendag

Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga, Kementan: Masyarakat Mesti Rasional saat Berbelanja

Husen Miftahudin • 8 March 2026 10:55

Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mengedukasi masyarakat berbelanja pangan secara bijak tanpa panik menjelang Lebaran 1447 Hijriah, guna menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan.

"Kami mengajak masyarakat agar tetap tenang dan rasional dalam berbelanja pangan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan Moh. Arief Cahyono dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 8 Maret 2026.

Arief menyampaikan program sosialisasi melalui "Tani On Stage" bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.

Berbagai upaya stabilitas pangan yang dilakukan pemerintah meliputi Gerakan Pangan Murah (GPM), fasilitasi distribusi pangan, pengawasan kepatuhan harga eceran tertinggi (HET), termasuk penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Saya berharap masyarakat mendapat pemahaman mengenai Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan," ujar Arief.

Di tempat yang sama, Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional.

Pemerintah terus menjaga pasokan dan stabilitas harga melalui berbagai program, termasuk Gerakan Pangan Murah. "Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Membeli berlebihan justru dapat mengganggu distribusi di pasar," sebut dia.
 

Baca juga: Tren Belanja Online Diprediksi Naik selama Ramadan


(Ilustrasi. Foto: Media Indonesia/Atet Dwi)
 

Kurangi pemborosan pangan 


Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy memastikan ketersediaan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah tetap mencukupi hingga setelah Idulfitri.

Menurut dia, fluktuasi harga yang terjadi lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca yang dapat menghambat proses panen dan distribusi. "Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang mempengaruhi proses panen," jelas dia.

Freddy juga mendorong masyarakat mengurangi pemborosan pangan dengan melakukan pengolahan sederhana di rumah, seperti membuat bumbu dasar atau pasta cabai agar lebih tahan lama. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai.

Dari sisi keamanan pangan, praktisi keamanan pangan Risky Aprillian mengingatkan pentingnya perencanaan belanja dan pengelolaan makanan yang baik, terutama untuk produk pangan asal hewan.

Ia juga menekankan pentingnya memahami konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam memilih pangan agar kualitas dan keamanan konsumsi masyarakat tetap terjaga.

Melalui kegiatan itu, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya belanja bijak dan pengelolaan pangan yang baik sehingga momen Ramadan dan Idulfitri dapat dijalani dengan lebih tenang dan sehat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)