Menteri PU, Dody Hanggodo. Dok. Kementerian PU
Mudik Lebaran, Kementerian PU Siapkan Jalan Nasional hingga Diskon Tarif Tol 30%
Achmad Zulfikar Fazli • 7 March 2026 00:04
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional, baik jalan non-tol maupun jalan tol, guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Selain memastikan kondisi jalan mantap, aman, dan nyaman dilalui, pemerintah juga menyiapkan kebijakan diskon tarif tol sebesar 30 persen untuk meringankan beban perjalanan masyarakat.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan kebijakan diskon tarif tol merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran. Kebijakan tersebut juga diselaraskan dengan kebijakan diskon transportasi yang diberikan pada moda lainnya.
“Alhamdulillah semua BUJT langsung setuju, sudah disepakati untuk ruas serta waktunya sudah disampaikan oleh Kepala BPJT. Insyaallah diskon 30% itu akan kita terapkan,” kata Menteri Dody, dalam media gathering di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Diskon tarif tol sebesar 30 persen akan diberlakukan pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 selama 15–16 Maret 2026 untuk arus mudik, serta 26–27 Maret 2026 untuk arus balik, dengan sistem pembayaran uang elektronik untuk perjalanan jarak terjauh pada ruas-ruas yang ditetapkan.
Kementerian PU juga memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM), memfungsionalkan tambahan ruas jalan tol tanpa tarif, serta menyiapkan tambahan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) operasional maupun fungsional.
.jpg)
Ilustrasi jalan tol. Dok. Jasa Marga
Berikut ruas tol yang mendapatkan diskon tarif tol:
- Jakarta–Cikampek
- Jakarta–Cikampek Elevated (MBZ)
- Cikampek–Palimanan
- Palimanan–Kanci
- Kanci–Pejagan
- Pejagan–Pemalang
- Pemalang–Batang
- Batang–Semarang
- Semarang ABC
- Cipularang
- Padaleunyi
- Tangerang–Merak
- Cimanggis–Cibitung
- Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu)
- Kelapa Gading–Pulogebang.
Potongan tarif juga berlaku pada ruas tol di luar Pulau Jawa, yakni:
- Bakauheni–Terbanggi Besar
- Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung
- Kayuagung–Palembang
- Indralaya–Prabumulih
- Pekanbaru–Dumai
- Pekanbaru–Bangkinang–Koto Kampar
- Indrapura–Kisaran
- Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat
- Belawan–Medan–Tanjung Morawa
- Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi
- Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6.
Baca Juga:
Kakorlantas Polri Pastikan Lebaran Idulfitri dan Nyepi Aman |
Selain kebijakan diskon tarif tol tersebut, kesiapan jaringan jalan nasional menjadi perhatian utama pemerintah menjelang mudik Lebaran. Jaringan jalan nasional non-tol sepanjang 47.603,39 km saat ini berada dalam kondisi mantap dengan tingkat kemantapan mencapai 93,5 persen. Sementara itu, jaringan jalan tol yang siap melayani arus mudik mencapai 3.115,98 km yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, mengatakan Kementerian PU telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, khususnya pada jalur-jalur utama yang diprediksi mengalami peningkatan volume lalu lintas.
“Strategi utama yang kami lakukan adalah memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap, tidak berlubang, dan seluruh bangunan pelengkap jalan dalam kondisi baik sehingga aman dan nyaman dilalui para pemudik,” ujar Dirjen Roy.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan pada jalur mudik seperti bencana alam atau kerusakan infrastruktur, Kementerian PU menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) yang terdiri dari peralatan berat, material, serta personel pendukung yang siaga di berbagai wilayah.
Sebanyak 1.461 unit peralatan disiapkan dan disebar di seluruh Indonesia selama periode siaga mudik guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan pada jalan nasional. Selain itu, berbagai material tanggap darurat seperti jembatan bailey, bronjong, sandbag, cold mix asphalt, serta material perbaikan cepat lainnya juga telah disiapkan.
Kementerian PU juga menyiapkan 496 posko mudik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memantau kondisi jalan serta memberikan dukungan teknis di lapangan. Posko-posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi pemantauan kondisi lalu lintas dan penanganan cepat apabila terjadi gangguan pada jalur mudik.