Satgaswil PRR Aceh Serahkan Bantuan kepada 600 KK Terdampak Bencana

Kasatgaswil Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA menyalurkan bantuan kepada 600 KK terdampak bencana di Bireuen. Foto: Istimewa.

Satgaswil PRR Aceh Serahkan Bantuan kepada 600 KK Terdampak Bencana

Andhika Prasetyo • 5 March 2026 17:37

Jakarta: Kepala Satuan Tugas Kewilayahan (Kasatgaswil) Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen. Bantuan  berupa peralatan dapur itu diserahkan kepada 600 kepala keluarga (KK).

Safrizal menyampaikan, penyaluran bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga. Khususnya selama Ramadan

“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah ini," kata Syafrizal melalui keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.

Bantuan ini bagian dari komitmen percepatan pemulihan pascabencana. Sehingga, masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Baca Juga :

Menko PMK Salurkan Bantuan Stimulan Rp86,1 M untuk Korban Bencanan di Bireueun

"Pemerintah hadir untuk mendukung proses pemulihan secara nyata dan bertahap,” ungka Safrizal.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Wilayah (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu menjelaskan alasan memberikan bantuan peralatan dapur karena dinilai dapat meringankan beban warga. Sekaligus menjadi langkah penting dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. 

“Satgas PRR Wilayah Aceh terus berupaya melakukan langkah-langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar kehidupan masyarakat dapat segera pulih dan bangkit kembali,”  ujar Syafrizal.

Kasatgaswil Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA menyalurkan bantuan kepada 600 KK terdampak bencana di Bireuen. Foto: Istimewa.

Adapun penyerahan bantuan secara simbolis di sejumlah gampong (desa) terdampak banjir dan longsor. Di antaranya, di Gampong Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan (320 KK); Gampong Meuse, Kecamatan Kuta Blang (120 KK); Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Kuta Blang (60 KK); serta Gampong Dayah Panjoe, Kecamatan Kuta Blang (50 KK). 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)