Pesanan Sarung Batik di Kudus Melonjak Jelang Idulfitri

Sarung batik di Kudus yang banyak dicari jelang Lebaran. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani

Pesanan Sarung Batik di Kudus Melonjak Jelang Idulfitri

Rhobi Shani • 2 March 2026 20:30

Kudus: Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, masyarakat mulai berburu pakaian untuk tampil apik saat lebaran. Salah satu yang banyak dicari adalah sarung batik, yang dijual di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Untuk memenuhi permintaan, Produsen sarung batik Al Hazmi, Budi Wicaksono bahkan telah memproduksi sarung batik sejak dua bulan sebelum Ramadan. "Sudah ribuan untuk produksi sarung batiknya," kata Budi di Kudus, Senin, 2 Maret 2026.

Sarung batik dengan jenama "Al Hazmi" saat ini mengalami lonjakan pesanan yang signifikan menjelang hari raya. Apalagi, jenama tersebut turut mengeluarkan berbagai motif baru yang khas buatan sendiri. 
 


Budi menyebut bahwa masyarakat sudah mulai mencari sarung batik sejak awal Ramadan. Meski permintaan membeludak, ia merasa masih mampu memenuhinya karena persiapan sudah dilakukan sejak awal.

Budi membeberkan berbagai persiapan yang dilakukan, salah satunya menciptakan motif baru untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, ia juga menyesuaikan desain sarung batik dengan tren yang sedang berkembang saat ini.

"Untuk warna dalam sarung batik kami juga menyesuaikan dengan tren yang ada saat ini. Biasanya saya sesuaikan dengan warna yang sedang tren di baju pihak perempuan," ujar Budi. 

Budi menciptakan puluhan motif baru untuk sarung batik produksinya. Salah satu yang paling diminati adalah motif 'Gemati' yang menampilkan menara Kudus sebagai ikon Kota Kretek. Selain itu, motif lain seperti Sekarmadu, Satriomanah, Payutumurun, Sidoluhur, dan lainnya juga banyak dicari pelanggan. 


Sarung batik di Kudus yang banyak dicari jelang Lebaran. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani 


Dengan bantuan sekitar 28 karyawan, sarung batik Al Hazmi mampu menghasilkan ribuan sarung dengan teknik full print, print cabut, full tulis, kombinasi tulis, print lilin malam dingin, dan lain-lain. 

Penjualan sarung batik produksi Kudus ini tidak hanya menjangkau pasar lokal, tetapi juga menembus pasar mancanegara, termasuk Malaysia, Singapura, Arab Saudi, dan Hong Kong.

"Penjualan terbanyak memang lokal Kudus sendiri, karena kami basic lokasinya di Kudus. Selain itu, ada Jepara, Pati, Demak, Semarang, Purwodadi, hingga Rembang," ungkap Budi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)