Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Reyhansyah
Dubes Iran Jelaskan Alasan Serang Negara Teluk
Muhammad Reyhansyah • 3 March 2026 05:18
Jakarta: Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa serangan rudal Iran ke negara-negara Teluk merupakan respons atas penggunaan wilayah tersebut sebagai basis militer Amerika Serikat (AS).
“Kami tidak pernah melakukan aksi. Aksi yang pertama kali dilakukan oleh negara-negara yang berada di kawasan Teluk Persia dan wilayah Timur Tengah. Mereka memberikan wilayahnya kepada Amerika Serikat untuk membangun basis militer dan mulai melakukan penyerangan dari sana,” ujar Dubes Boroujerdi saat ditemui awak media di kediamannya, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa Iran hanya menargetkan basis militer yang berada di wilayah tersebut.
“Kami memberikan reaksi terhadap basis militer yang berada di wilayah Teluk Persia,” kata Dubes Boroujerdi.
Perang antara Iran dan aliansi AS-Israel pecah pada Sabtu, 28 Februari 2026, menyusul serangan udara besar-besaran ke jantung Kota Teheran.
Operasi militer gabungan tersebut secara langsung melumpuhkan struktur kekuasaan Iran dengan menewaskan sejumlah tokoh kunci, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran dilaporkan meluncurkan rudal yang menjangkau wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk, termasuk fasilitas yang disebut terkait dengan militer AS.
Namun, langkah Iran itu memicu kecaman keras dari Arab Saudi. Dalam pernyataan resmi pada Sabtu, 28 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut tindakan Iran sebagai “agresi terang-terangan” dan “pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan” negara-negara Teluk.
Arab Saudi juga memperingatkan adanya konsekuensi serius akibat pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan prinsip hukum internasional, serta menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil langkah tegas terhadap tindakan Iran yang dinilai mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.
Bulan Sabit Merah Iran pada Senin, 1 Maret 2026, menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan udara AS-Israel sejak Sabtu lalu telah meningkat menjadi 555 orang. Berdasarkan pernyataan yang dikutip Fars News Agency, sedikitnya 131 wilayah permukiman di berbagai penjuru Iran menjadi sasaran serangan.