Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie. Foto: Antara.
Redam Eskalasi di Timteng, Presiden Prabowo dan PM Pakistan Disebut Berencana ke Teheran
Anggi Tondi Martaon • 6 March 2026 05:11
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berencana ke Teheran, Iran. Hal itu dilakukan kedua kepala negara tersebut untuk membantu meredam eskalasi di Timur Tengah.
Rencana tersebut disampaikan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie usai acara buka bersama dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Kamis, 5 Maret 2926. Jimly mengatakan, Kepala Negara membeberkan isi percakapannya dengan PM Shebaz terkait rencana Sharif mereka ke Teheran.
"Dan yang saya bersyukur Presiden (Prabowo), Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," kata Jimly dikutip dari Antara, Jumat, 6 Maret 2026.
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan niat Presiden Prabowo untuk mediasi itu lebih ke arah untuk meredam eskalasi yang saat ini terjadi di negara-negara Teluk. Terutama setelah militer Amerika Serikat dan zionis Israel menyerang Iran secara sepihak.
Menurut Jimly, niatan Presiden Prabowo untuk meredam eskalasi itu disambut baik oleh PM Pakistan. "Jadi, bukan hanya Indonesia. Artinya, apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan. Nah mereka (rencana) akan sama-sama pergi ke Teheran," ujar Jimly.
Menurut dia, peran negara berpenduduk muslim besar di dunia dinilai sangat penting dalam situasi saat ini. Meskipun upaya tersebut tidak menjamin konflik di kawasan Teluk berakhir.
.jpg)
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setpres.
"Nah, jadi, peranan Indonesia, Pakistan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar penting sekali untuk mengajak damai, walaupun mungkin peluangnya kecil, tetapi (patut) dicoba," sebut Jimly.
Jimly menilai inisiatif Presiden Prabowo itu pun mendapat banyak dukungan dari tokoh-tokoh Muslim yang menghadiri pertemuan di Istana pada Kamis malam.
Pada kesempatan terpisah, PM Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan isi pembicaraannya dengan Presiden Prabowo. PM Pakistan menyebut pembicaraannya melalui telepon dengan Presiden Prabowo sangat produktif.
"Kami bertukar pandangan mengenai kekhawatiran mendalam kami terhadap situasi di Timur Tengah, dan kami sepakat mendesak dibutuhkan masing-masing pihak untuk menahan diri untuk memperbarui kembali diplomasi demi mencegah eskalasi lebih lanjut. Kami juga membahas perkembangan terkini di Afghanistan, dan setuju untuk tetap berhubungan erat dalam beberapa hari ke depan untuk bersama-sama mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata PM Sharif dalam siaran resminya.