Data Resmi BMKG: Pemutakhiran Ketinggian Tsunami di NTT

Titik gempa M7,7 di NTT. (tangkapan layar)

Data Resmi BMKG: Pemutakhiran Ketinggian Tsunami di NTT

Lukman Diah Sari • 15 August 2026 07:15

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pemutakhiran data terkait ketinggian gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan hasil pantauan instrumen pasang surut (tide gauge) BMKG, gelombang tsunami telah terdeteksi menyapu sejumlah wilayah pesisir dengan ketinggian yang bervariasi. Gelombang tertinggi sejauh ini tercatat di wilayah Maurole-Ende yang mencapai hampir satu meter.

Berikut adalah rincian data pemutakhiran ketinggian tsunami yang telah terdeteksi di sejumlah titik pada Sabtu, 15 Agustus 2026:
  • Maurole - Ende (Koordinat: -8.5, 121.81): Pukul 05:27 WIB dengan ketinggian 0,94 meter

  • Bulukumba (Koordinat: -5.54, 120.21): Pukul 05:58 WIB dengan ketinggian 0,54 meter

  • Pelabuhan Kewapante - Sikka (Koordinat: -8.64, 122.29): Pukul 05:16 WIB dengan ketinggian 0,38 meter

  • Labuan Bajo (Koordinat: -8.49, 119.87): Pukul 05:26 WIB dengan ketinggian 0,36 meter

  • Baubau (Koordinat: -5.45, 122.59): Pukul 05:47 WIB dengan ketinggian 0,30 meter

  • Flores Timur (Koordinat: -8.27, 123.09): Pukul 05:24 WIB dengan ketinggian 0,25 meter

  • Sikka(Koordinat: -8.3, 121.73): Pukul 05:03 WIB dengan ketinggian 0,19 meter

  • Dompu (Koordinat: -8.3, 118.38): Pukul 05:29 WIB dengan ketinggian 0,17 meter

  • Bakalang - Alor (Koordinat: -8.26, 124.23): Pukul 05:41 WIB dengan ketinggian 0,14 meter


Salah satu gedung di Maumere yang ambruk akibat gempa di Mbay Nagakeo. ANTARA/Ho-Tangkapan layar

BMKG terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk tetap berada di zona aman atau dataran tinggi hingga peringatan dini tsunami resmi dicabut. Masyarakat juga diminta untuk tidak termakan isu hoaks dan hanya mempercayai informasi resmi yang bersumber dari BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

(Lukman Diah Sari)