Kepala BGN Sudaryono dalam webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program MBG yang diikuti di Jakarta. Foto: ANTARA/HO-BGN.
BGN Tekankan Pentingnya Literasi Gizi dalam Program MBG
Fachri Audhia Hafiez • 14 August 2026 00:51
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya literasi gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini ditegaskan membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui edukasi kebiasaan hidup sehat sejak dini.
"MBG ini bukan sekadar memberikan makan, melainkan memberikan gizi. Nah, gizi yang cukup itu akan menjadi kecukupan untuk berkembang, anak-anak kita, ibu hamil, menyusui, balita, dan anak-anak sekolah kita. Jadi, gizi ini penting, tidak hanya sekedar kenyang,” kata Kepala BGN Sudaryono dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.
Sudaryono menyampaikan bahwa makanan yang diberikan kepada peserta didik harus dipahami sebagai asupan kaya nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh, bukan sekadar penuntas lapar.
"Tidak hanya sekadar kenyang. Makan bergizi itu bukan hanya makan banyak, bukan makan kenyang gratis, bukan makan banyak gratis, bukan makan enak gratis, tetapi makan bergizi gratis," ucap Sudaryono.
Atas dasar itu, edukasi gizi dinilai menjadi bagian krusial dalam pelaksanaan program MBG. Peserta didik perlu dibekali pemahaman mengenai unsur gizi seimbang seperti protein, serat, vitamin, mineral, hingga karbohidrat beserta fungsinya bagi tubuh.
Dalam proses edukasi ini, tenaga pengajar memiliki peran strategis untuk mentransfer pengetahuan gizi kepada siswa agar dapat diteruskan ke lingkungan rumah.
"Penting untuk anak yang kita didik, agar dia memahami itu dan kemudian bisa dengan pemahamannya untuk memengaruhi lingkungannya, khususnya lingkungan keluarga di mana ia tinggal bersama orang tua," lanjut Sudaryono.
.jpg)
Ilustrasi MBG. Foto: BGN.
Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto menekankan keberhasilan program MBG menuntut keterlibatan dan pemahaman komprehensif terkait pola hidup bersih dan sehat.
"Keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga ditentukan oleh tersedianya dan pemahaman mengenai gizi seimbang, keamanan pangan, kebersihan, kedisiplinan, dan tentu kebiasaan hidup sehat di satuan pendidikan," ujar Mariman.
Melalui pendampingan aktif dari para guru di sekolah, BGN optimistis manfaat MBG dapat berdampak luas melampaui pemenuhan gizi harian serta mendukung terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.