Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Ketua DPD: Ekonomi RI Tumbuh Konsisten di Atas 5%
Husen Miftahudin • 14 August 2026 09:54
Jakarta: Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menilai sejumlah kebijakan pemerintah menjadi bagian dari sistem yang terintegrasi untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Sultan menyebut kebijakan tersebut mencakup Danantara, Kebijakan Ekspor Satu Pintu, swasembada pangan dan energi, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta Kampung Nelayan Merah Putih.
"Dalam pandangan DPD RI, kebijakan seperti Danantara, Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Swasembada Pangan dan Energi, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta Kampung Nelayan Merah Putih merupakan sistem kebijakan yang terintegrasi dan saling terkait," kata Sultan dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Sultan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Ia menilai pemerintah menjalankan berbagai program yang berorientasi pada kemandirian ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
"DPD RI menyampaikan apresiasi yang tulus kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang secara kompak dan saling melengkapi dalam menegakkan martabat bangsa," ujarnya.
Sultan juga mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilainya bertujuan mengembalikan penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Transformasi ekonomi tidak mudah
Menurut Sultan, transformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan yang tidak mudah. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti mencabut duri yang tertancap di dalam daging.
"Transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging. Mencabut duri tentu tidak nyaman. Ada rasa perih, bahkan sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu tetap tertancap, luka tidak akan pernah benar-benar sembuh," kata Sultan.

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Ia menyebut sejumlah persoalan sebagai tantangan yang perlu diatasi dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Persoalan tersebut meliputi ketergantungan pada impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, inefisiensi, serta berbagai hambatan yang menggerus daya saing nasional.
"Duri itu adalah ketergantungan pada impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, inefisiensi, dan berbagai hambatan yang menggerus daya saing nasional," ujar dia.
Sultan mengatakan transformasi ekonomi membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan demi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, maju, serta berdaya saing.
Swasembada pangan mulai terwujud
Sultan mengatakan pemerintah menunjukkan perkembangan dalam upaya mencapai swasembada pangan dan kemandirian energi.
"Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari dua tahun, swasembada pangan yang lama menjadi mimpi kini menjadi kenyataan. Kemandirian energi menampakkan titik terangnya," kata Sultan.
Ia juga menempatkan hilirisasi sebagai salah satu kunci transformasi ekonomi. Selain itu, keberpihakan kepada petani, peternak, nelayan, buruh, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut menjadi motor penggerak ekonomi.
"Hilirisasi menjadi mata kunci. Keberpihakan nyata pada petani, peternak, nelayan, buruh, dan UMKM menjadi motor penggerak," tuturnya.
Sultan mengatakan ekonomi nasional tetap tumbuh konsisten di atas 5 persen. Ia juga menyebut inflasi terkendali dan tax ratio meningkat. Selain itu, upaya menurunkan kemiskinan dan kesenjangan terus dilakukan.
"Ekonomi nasional tetap tumbuh konsisten di atas lima persen, inflasi yang terkendali, tax ratio yang meningkat, serta usaha menurunkan kemiskinan dan kesenjangan terus diupayakan," kata Sultan.