Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar
Inefisiensi Birokrasi Disorot Presiden Prabowo
Silvana Febiari • 14 August 2026 11:50
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan birokrasi yang dinilai masih berbelit-belit dan tidak efisien. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menghambat pemerintah dalam mengambil keputusan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Kita harus mengakui masalah bangsa kita antara lain masalah birokrasi yang berbelit-belit, birokrasi yang tidak bekerja efisien," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo menuturkan pemerintah harus berani mengakui berbagai persoalan yang masih terjadi dalam birokrasi dan tidak menutup-nutupinya. Persoalan tersebut harus segera dicarikan solusi.
"Walaupun kita tidak menyalahkan siapa pun, kita melangkah dengan mencari solusi. Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik," ujar Prabowo.
"Para birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, keluarganya, dan kelompoknya. Ini harus kita berantas," tegas Prabowo.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar
Prabowo mengatakan pemerintah tidak boleh menutup-nutupi persoalan tersebut. Terlebih, perkembangan teknologi digital dan keterbukaan informasi membuat berbagai persoalan semakin mudah diketahui publik.
"Bukan kita tutup-tutupi. Era sekarang era digital, era informasi, tidak ada gunanya kita tutup-tutupi. Justru kita harus selesaikan masalah ini," tutur Prabowo.
Presiden mengajak seluruh pihak bersama-sama memperbaiki tata kelola pemerintahan dan memberantas praktik korupsi. "Ini memerlukan persatuan di antara semua pemimpin dan kelompok politik karena birokrasi yang tidak efisien, birokrasi yang korup akan menghancurkan suatu bangsa," ungkap Prabowo.