Bantuan air bersih. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.
Musim Kemarau, Warga Cilandak Mulai Mengeluh Kesulitan Air Bersih
Metro TV • 16 September 2026 17:46
Jakarta: Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah permukiman di wilayah Jakarta Selatan. Warga di kawasan Cilandak mengeluhkan debit air sumur yang semakin mengecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Cilandak, Rini, mengatakan debit air di rumahnya mulai berkurang dalam beberapa pekan terakhir. Air yang biasanya dapat digunakan dengan mudah untuk kebutuhan rumah tangga kini membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar.
“Biasanya air dari sumur masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang airnya mulai kecil, jadi harus menunggu lebih lama sampai airnya keluar,” ujar Rini kepada Metrotvnews.com, Rabu, 16 September 2026.
Warga lainnya, Sari, mengatakan kondisi tersebut mulai memengaruhi aktivitas rumah tangga. Penggunaan air harus diatur agar persediaan yang ada dapat mencukupi kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak.
“Sekarang air harus hemat. Kalau untuk mencuci atau mandi harus mengatur waktunya supaya airnya tidak cepat habis,” kata Sari.

Ilustrasi kekeringan. Foto: dok. Medcom.
Warga Cilandak pun mulai menyiapkan persediaan air untuk mengantisipasi debit sumur yang semakin berkurang. Warga berharap bantuan air bersih dapat disalurkan apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
“Kalau air sumur semakin kecil, tentu kita khawatir untuk kebutuhan sehari-hari. Mudah-mudahan ada bantuan air kalau kondisinya semakin sulit,” ujar warga lainnya, Dimas.
Warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama musim kemarau. Selain bantuan pasokan air, warga juga meminta pemerintah memantau wilayah yang mulai mengalami penurunan ketersediaan air agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)