Pasar Cat Otomotif Tumbuh Seiring Tren Repaint Motor

General Manager (TU Division) Nippon Paint Indonesia Mark Liew. Foto: dok istimewa.

Pasar Cat Otomotif Tumbuh Seiring Tren Repaint Motor

Ade Hapsari Lestarini • 15 September 2026 18:42

Jakarta: Pasar cat otomotif ikut berkembang seiring perubahan kebutuhan pemilik sepeda motor dalam melakukan pengecatan ulang atau repaint. Aktivitas yang sebelumnya banyak dilakukan untuk memperbaiki tampilan kendaraan kini juga menjadi bagian dari perawatan dan modifikasi.

Repaint tidak selalu dilakukan untuk mengubah warna motor secara keseluruhan. Sebagian pemilik kendaraan memilih mengecat bagian tertentu untuk mengembalikan tampilan seperti semula, memperbaiki bagian yang kusam atau tergores, hingga menyesuaikan kendaraan dengan karakter pemilik.

Perubahan kebutuhan tersebut mendorong produsen cat menghadirkan pilihan warna dan teknologi aplikasi yang lebih beragam. Salah satunya dilakukan Nippon Paint Indonesia melalui produk Pylox Premium yang menyasar kebutuhan pengecatan sepeda motor dan workshop.

General Manager (TU Division) Nippon Paint Indonesia Mark Liew mengatakan kebutuhan pengguna motor saat ini tidak hanya berkaitan dengan pilihan warna, tetapi juga kemudahan proses pengecatan dan hasil akhir.

"Melalui Pylox Premium, kami ingin menghadirkan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna motor saat ini. Bukan hanya dari pilihan warna, tetapi juga dari teknologi yang dapat membantu proses repaint menjadi lebih praktis dan memberikan hasil akhir yang maksimal," ujar Mark, dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 September 2026.

Salah satu aspek yang semakin diperhatikan dalam proses repaint adalah ketepatan warna. Pengguna yang melakukan restore membutuhkan warna yang mendekati atau sesuai dengan warna asli kendaraan, sementara kebutuhan modifikasi membuka ruang bagi pilihan warna yang lebih beragam. Pylox Premium menyediakan 77 pilihan warna motor, termasuk 32 warna original motor.
 

 

Teknologi menyesuaikan kebutuhan


Founder Katros Garage Atenx Katros mengatakan referensi pengguna motor semakin beragam. Sebagian konsumen menginginkan tampilan yang lebih berani, sementara lainnya memilih desain yang sederhana dan minimalis.

"Sekarang referensi customer semakin beragam. Ada yang ingin tampil lebih bold, tetapi banyak juga yang justru mencari tampilan yang lebih simple, clean, dan premium. Jadi warna punya peran besar dalam membangun karakter sebuah motor," ujar Atenx.

Menurut Atenx, perubahan tampilan kendaraan juga tidak selalu membutuhkan modifikasi dalam skala besar. Pengecatan pada satu bagian motor dapat memberikan perubahan terhadap tampilan kendaraan.

"Modifikasi tidak harus selalu dalam skala besar. Kadang cukup repaint satu bagian saja, motor sudah bisa terasa lebih fresh dan punya karakter yang berbeda," kata dia.

Selain pilihan warna, perkembangan pasar repaint juga berkaitan dengan kebutuhan pengerjaan yang lebih efisien. Bagi workshop, waktu pengerjaan, kemudahan aplikasi, dan hasil akhir menjadi sejumlah pertimbangan dalam memilih produk cat.

Pylox Premium dilengkapi Quick Dry Technology yang ditujukan untuk mendukung proses pengeringan. Produk tersebut juga memiliki Adjustable Nozzle yang dapat diatur secara vertikal maupun horizontal untuk membantu mengarahkan semprotan. Cat semprot tersebut dapat digunakan pada sejumlah bagian kendaraan, antara lain bodi, spakbor, cover samping, tangki, rangka, velg, behel, helm, dan top box sesuai kebutuhan aplikasinya.

Perkembangan tren repaint menunjukkan pengecatan kendaraan roda dua memiliki fungsi yang semakin beragam. Selain memperbaiki tampilan kendaraan, repaint dapat menjadi pilihan bagi pemilik motor untuk mempertahankan kondisi kendaraan maupun melakukan perubahan visual tanpa modifikasi besar. Kondisi tersebut membuka kebutuhan terhadap produk cat dengan pilihan warna, jenis finishing, dan fitur aplikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna maupun workshop.

Perkembangan tersebut menunjukkan pasar cat otomotif tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan perbaikan kendaraan, tetapi juga oleh perubahan preferensi konsumen dalam merawat dan memodifikasi kendaraan.

(Ade Hapsari Lestarini)