Kemenhub Pastikan Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi

Ilustrasi penerbangan. Foto: Medcom.id.

Kemenhub Pastikan Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi

Anggi Tondi Martaon • 17 March 2026 21:48

Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penerbangan internasional tetap beroperasi. Informasi tersebut disampaikan merespons informasi yang menyebut Indonesia menutup penerbangan internasional akibat konflik di Timur Tengah.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus memantau secara intensif perkembangan operasional penerbangan internasional yang terdampak dinamika situasi di kawasan Timur Tengah, serta memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik, aman, dan terkoordinasi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa melalui keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Selasa, 17 Maret 2026.

Lukman menyampaikan, terdapat dua pesawat yang masih berstatus stranded di Indonesia hingga 17 Maret 2026 pukul 10.30 WIB. Pesawat tersebut yaitu 1 (satu) unit di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan 1 (satu) unit di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang keduanya dioperasikan oleh Qatar Airways.

Seiring dengan mulai dibukanya kembali wilayah udara Uni Emirat Arab, sejumlah maskapai telah mengoperasikan penerbangan secara terbatas. Emirates telah melaksanakan penerbangan terbatas dari dan menuju Jakarta dan Denpasar. 

Namun demikian, operasional sempat terdampak oleh gangguan pada fasilitas fuel farm di Bandar Udara Dubai pada 16 Maret 2026 yang menyebabkan keterlambatan dan penyesuaian jadwal penerbangan. Penanganan penumpang terdampak terus dilakukan, termasuk melalui pengangkutan penumpang stranded secara bertahap.

Maskapai Etihad Airways juga telah mengoperasikan penerbangan terbatas dan merencanakan peningkatan frekuensi penerbangan sebagai bagian dari langkah kontinjensi. Khususnya untuk rute Jakarta dan Denpasar menuju Abu Dhabi.

Sementara itu, Qatar Airways telah melaksanakan penerbangan repatriasi sejak 8 Maret 2026 dan secara bertahap membuka kembali layanan penerbangan terbatas dari Jakarta. Penanganan penumpang terdampak, termasuk jemaah umrah, telah dilakukan melalui mekanisme pengembalian dana, penjadwalan ulang, maupun pengalihan ke maskapai lain. 

Per tanggal 16 Maret 2026, tidak terdapat lagi penumpang stranded di Jeddah yang ditangani oleh Qatar Airways.

Gedung Kementerian Perhubungan. Foto: Dok. Setkab.

Di sisi lain, sejumlah maskapai yang melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi seperti Saudi Arabian Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan Flyadeal tetap beroperasi normal dan tidak terdampak konflik. 

Selain itu, penerbangan tidak langsung melalui negara ketiga yang dioperasikan oleh berbagai maskapai internasional juga telah kembali berjalan normal dan siap mengakomodasi kebutuhan perjalanan penumpang.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk otoritas penerbangan sipil, operator bandara, dan maskapai, guna memastikan kelancaran operasional penerbangan serta memberikan perlindungan dan pelayanan optimal kepada seluruh penumpang.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas terkait serta menyesuaikan rencana perjalanan sesuai dengan perkembangan situasi terkini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)