Warga Vietnam melihat daftar nama kandidat anggota Majelis Nasional. (VoV)
Vietnam Gelar Pemilu Nasional, 93 Persen Kandidatnya dari Partai Komunis
Willy Haryono • 15 March 2026 17:02
Hanoi: Warga Vietnam beramai-ramai memberikan suara mereka dalam pemilihan umum anggota Majelis Nasional, lembaga legislatif tertinggi negara tersebut, dalam pemilu yang digelar pada Minggu, 15 Maret 2026.
Dikutip dari Al Jazeera, pemilu lima tahunan di negara satu partai itu diikuti lebih dari 73 juta pemilih yang memilih 500 anggota Majelis Nasional serta perwakilan dewan daerah.
Menurut Dewan Pemilihan Nasional Vietnam, sekitar 93 persen dari 864 kandidat merupakan anggota Partai Komunis Vietnam, sementara 7,5 persen lainnya independen, turun dari 8,5 persen pada pemilu 2021.
Partai Komunis Vietnam telah memerintah negara Asia Tenggara berpenduduk sekitar 100 juta jiwa itu selama beberapa dekade tanpa oposisi, dan saat ini menguasai sekitar 97 persen kursi parlemen.
Harapan Modernisasi Ekonomi
Sejumlah pemilih berharap para wakil rakyat terpilih dapat melanjutkan upaya modernisasi Vietnam, yang ekonominya tengah berkembang pesat di tengah reformasi yang didorong oleh pemimpin tertinggi negara itu, To Lam.Di ibu kota Hanoi, bendera merah-kuning menghiasi berbagai sudut kota saat para pemilih datang ke tempat pemungutan suara.
“Saya berharap para pemimpin setelah pemilu ini akan membuat perubahan besar agar negara kita menjadi lebih baik,” kata Nguyen Thi Kim, 73 tahun, kepada kantor berita AFP setelah memberikan suara.
Namun di negara di mana banyak kebijakan besar ditentukan oleh elite partai, sebagian warga merasa pemilu tidak banyak mempengaruhi kehidupan mereka.
“Saya tidak merasa siapa pun yang menang akan berdampak pada hidup saya,” kata seorang warga Hanoi bernama Huyen.
Hasil Pemilu
Sebagian besar tempat pemungutan suara dijadwalkan tutup pukul 19.00 waktu setempat, dengan hasil resmi diperkirakan diumumkan pada 23 Maret, kata Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man.Sidang pleno pertama parlemen baru dijadwalkan berlangsung awal April, ketika para anggota parlemen diperkirakan akan menyetujui sejumlah pejabat tinggi negara yang telah dicalonkan oleh Partai Komunis, termasuk presiden dan perdana menteri.
Partai Komunis sebelumnya telah mengukuhkan To Lam sebagai sekretaris jenderal partai, posisi paling berkuasa di Vietnam, dalam kongres partai pada Januari lalu. Dalam kongres tersebut juga dipilih 19 anggota Politbiro, badan pengambil keputusan tertinggi partai.
Setelah memberikan suara di Hanoi, Lam mengatakan pemilu ini bertujuan memilih tokoh yang paling berintegritas untuk melanjutkan pembangunan negara.
Sementara itu, pemilih pemula Nguyen Kim Chi, 18 tahun, mengatakan ia memilih kandidat-kandidat muda.
“Saya tahu posisi tertinggi sudah ditentukan sebelumnya, tetapi saya tetap berharap suara saya berarti,” ujarnya.
Baca juga: Vietnam Siap Jadi 'Macan Asia', Ancaman bagi Ekonomi Indonesia?