Pembersihan sampah di kawasan Malioboro. Dokumentasi/Humas Pemkot Yogyakarta
Bau Tak Sedap Tercium di Kawasan Malioboro, Ini Penyebabnya
Ahmad Mustaqim • 29 January 2026 11:39
Yogyakarta: Bau tak sedap tercium di beberapa titik kawasan Malioboro, Yogyakarta. Sampah dan bekas vandalisme terlihat tersembunyi di area-area tertutup di pusat keramaian kota tersebut.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono mengatakan puntung rokok menjadi sampah dominan meski merokok dilarang di area tersebut. Puntung rokok dan sampah plastik terlihat berserakan di jalur pedestrian hingga di sekitar pot tanaman.
"Berbagai noda (vandalisme) juga tertempel di fasilitas umum (area Malioboro)," kata Dedi, Kamis, 29 Januari 2026.
Dedi mengatakan pihaknya menerima kritik dari masyarakat terkait berbagai jenis sampah tersebut. Keberadaan sampah-sampah itu menyebabkan bau tak sedap.
"Setelah kami terjun langsung, memang benar ada endapan sampah lama di bawah grill yang menimbulkan aroma tidak sedap. Jadi bukan semata-mata karena kencing kuda, tetapi juga faktor sampah," ujar Dedi.
Ia mengatakan puluhan orang bergerak bekerja bakti untuk membersihkan sampah-sampah di kawasan Malioboro. Selain memungut sampah, pembersihan drainase ringan juga dilakukan, khususnya pada saluran grill dan tree case yang tertutup endapan sampah.
Selain kebersihan, kata dia, dilakukan juga pemangkasan dan perapian pohon (pruning) untuk menjaga estetika kawasan serta mendukung pencahayaan malam hari. Menurutnya, pencahayaan yang baik turut berkontribusi pada peningkatan aspek keamanan kawasan.
"Pohon yang terlalu rimbun bisa menghalangi cahaya lampu, sehingga malam hari terasa gelap. Dengan pruning, Malioboro jadi lebih rapi, lebih terang, dan tentu lebih aman," ucap Dedi.
Terkait bau tak sedap yang kerap dikeluhkan, Pemkot Yogyakarta mengaku akan mengkaji solusi teknis jangka panjang. Beberapa opsi yang muncul antara lain perbaikan konstruksi water torrent dan pemanfaatan teknologi penguraian bakteri.
"Kalau hanya dibersihkan saja tidak cukup. Perlu ada rekayasa teknis agar bau bisa benar-benar dihilangkan," kata Dedi.
.jpg)
Papan Jalan Malioboro Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengimbau para pelaku wisata dan usaha untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan dengan mematuhi aturan yang berlaku. Ia juga secara tersirat menyebut masih ada aturan yang dilanggar meski telah diingatkan berulang kali.
"Masih banyak aturan di Malioboro yang belum dipahami, baik oleh pengunjung maupun pelaku usaha. Kawasan tanpa rokok, larangan membuang sampah sembarangan, dan pembatasan aktivitas tertentu harus terus kita edukasikan agar Malioboro semakin nyaman," ungkapnya.