Jangan Panik Gara-gara Pasar Saham Jeblok! Begini Solusinya

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Jangan Panik Gara-gara Pasar Saham Jeblok! Begini Solusinya

Eko Nordiansyah • 29 January 2026 19:59

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu mengonfirmasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun ke level 8.369, atau penurunannya 6,8 persen, pada pembukaan perdagangan Rabu, 28 Januari 2026 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin dan Airlangga meminta investor jangan panik dengan kondisi tersebut.

Namun, dari kondisi ini kerap membuat para investor merasa cemas dan bingung apa langkah yang harus dilakukan. Untuk mengatasi hal ini, ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan loh dan cukup strategis dalam mengatasi kondisi tersebut. Simak caranya.

Melansir Ajaib, ada beberapa trik yang bisa dilakukan dan ampuh saat menghadapi penurunan harga saham:

Strategi investor menghadapi saham anjlok

6 strategi menyelamatkan investasi saat pasar saham anjlok:

1. Tetap tenang

Hindari mengambil keputusan secara emosional atau terburu-buru seperti melakukan panic selling yang justru dapat merugikan portofolio Anda. Ingatlah dinamika pasar saham memiliki siklus pemulihan setelah mengalami penurunan.

2. Prioritaskan saham yang memiliki trek bagus

Fokuslah pada emiten yang memiliki rekam jejak keuangan yang kuat dan prospek bisnis yang cerah. Analisis sektor-sektor yang cenderung stabil atau tahan banting, contohnya teknologi atau barang konsumsi.

Baca Juga :

Sempat Terseok hingga Kena Trading Halt, IHSG Sedikit Membaik Sore Ini



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
 

3. Perkuat dana cadangan

Hal yang sering luput dari para investor. Hal ini sangat penting untuk memiliki tabungan di luar aset investasi agar kebutuhan mendesak tetap terpenuhi tanpa harus terpaksa mencairkan saham saat harganya sedang turun.

4. Tinjau manajemen risiko dengan bijak

Jadikan momen penurunan indeks untuk mengevaluasi kembali sejauh mana batas toleransi Anda terhadap kerugian dan pastikan strategi Anda masih sejalan dengan target jangka panjang.

5. Manfaatkan peluang kepemilikan

Bagi investor yang memiliki modal lebih, penurunan harga bisa menjadi saat yang tepat untuk membeli saham-saham berkualitas dengan harga "diskon" untuk keuntungan di masa depan.

6. Ubah mindset jadi peluang

Alih-alih melihat koreksi pasar sebagai ancaman, pandanglah kondisi ini sebagai momentum strategis untuk mengakumulasi aset berharga sebelum harga kembali pulih.

Saham anjlok bukan dijadikan sebagai akhir dari semua modal saham yang dimiliki. Justru sebaliknya, hal itu bisa dijadikan peluang baru yang menjanjikan jika dieksekusi dengan tepat, maka tidak menutup kemungkinan Anda akan menjadi investor yang handal. (Shandayu Ardyan Nitona Putrahia Zebua)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)