Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Minnesota Memanas, Trump Sebut Penembakan Dua Warga oleh Agen ICE 'Mengerikan'
Muhammad Reyhansyah • 28 January 2026 15:16
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan “sedikit melakukan de-eskalasi” dan menurunkan intensitas operasi keimigrasian di Minnesota menyusul penembakan fatal kedua terhadap warga negara AS oleh petugas federal ICE di negara bagian tersebut.
“Intinya, ini mengerikan. Keduanya mengerikan,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News, seperti dikutip BBC, Rabu, 28 Januari 2026.
Penembakan terbaru menewaskan Alex Pretti pada akhir pekan lalu setelah ia dihentikan oleh petugas perbatasan. Insiden ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Renee Good, perempuan berusia 37 tahun, tewas ditembak agen ICE pada awal Januari.
Berbicara kepada wartawan menjelang rapat umum di Iowa pada Selasa malam, Trump menyebut kematian Pretti, seorang perawat unit perawatan intensif di rumah sakit veteran, sebagai “insiden yang sangat disayangkan.”
Saat ditanya apakah ia sepakat dengan label “teroris domestik” yang disematkan kepada Pretti, Trump menjawab singkat, “Saya belum mendengar itu.” Namun ia menambahkan, “Dia seharusnya tidak membawa senjata.”
Sebelumnya, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem menyatakan Pretti “tidak datang untuk melakukan protes damai” dan menuduhnya melakukan “terorisme domestik.” Department of Homeland Security (DHS) menyebut para agen melepaskan tembakan untuk membela diri setelah Pretti menolak dilucuti.
Noem mengatakan Pretti ditembak karena “mengacungkan” senjata api. Namun otoritas lokal menyatakan senjata tersebut terdaftar secara legal dan Pretti ditembak setelah senjata itu berhasil diamankan.
Kesaksian saksi mata dan pejabat setempat juga membantah versi DHS, dengan menyebut Pretti memegang telepon genggam, bukan senjata api, saat ditembak.
Laporan awal Customs and Border Protection (CBP) turut memunculkan keraguan terhadap narasi DHS. Dokumen tersebut menyebut dua agen CBP melepaskan tembakan ke arah Pretti dan tidak mencantumkan keterangan bahwa ia berusaha meraih senjatanya, menurut salinan laporan yang dilihat mitra BBC di AS, CBS News.
Penataan Ulang Operasi di Minnesota
Pada Senin, DHS menarik pimpinan dan figur utama misi Minnesota, pejabat Patroli Perbatasan Gregory Bovino, dari negara bagian tersebut. Departemen itu juga mengumumkan pengiriman “border tsar” Gedung Putih, Tom Homan, untuk mengambil alih operasi di wilayah tersebut.Homan menulis di media sosial pada Selasa bahwa ia telah bertemu dengan Gubernur Minnesota Tim Walz, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey, serta aparat penegak hukum setempat.
Kematian Pretti, yang terjadi dua pekan setelah penembakan Renee Good, memicu kemarahan publik dan gelombang protes baru. Pejabat negara bagian dan kota kembali menyerukan agar pemerintahan Trump menarik sekitar 3.000 agen dan petugas imigrasi dari kawasan tersebut.
Meski demikian, Trump tetap membela operasi di Minnesota. Dalam wawancara dengan Fox News, ia mengatakan pemerintah federal telah “mengeluarkan ribuan penjahat kelas berat” dari negara bagian itu, sehingga menghasilkan “angka kriminalitas yang baik.”
“Semua itu berjalan. Sekarang kami punya Tom Homan di sana,” ujar Trump, sebelum kembali menegaskan rencana de-eskalasi.
Penyelidikan Federal Disorot Publik
Penasihat senior Gedung Putih Stephen Miller mengatakan kepada CNN bahwa pemerintah telah memberi arahan kepada DHS agar personel tambahan di Minnesota digunakan untuk operasi penangkapan buronan dan menciptakan penghalang fisik antara tim penangkap dan para pengganggu.“Kami sedang mengevaluasi mengapa tim Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan mungkin tidak mengikuti protokol tersebut,” kata Miller.
Sejumlah tokoh Partai Republik turut menyerukan penyelidikan atas kematian Pretti, termasuk Gubernur Vermont Phil Scott dan Senator AS dari Nebraska Pete Ricketts.
“Bangsa ini menyaksikan situasi yang mengerikan akhir pekan ini,” tulis Ricketts di platform X. Meski menegaskan dukungannya terhadap pendanaan ICE, ia menuntut “penyelidikan yang diprioritaskan dan transparan.”
Seorang hakim federal juga telah memerintahkan DHS untuk tidak menghancurkan atau mengubah barang bukti terkait kasus tersebut.
Dalam pidatonya di rapat umum Iowa pada Selasa malam, yang berfokus pada kebijakan ekonomi, Trump tidak membahas situasi Minnesota secara mendalam.
Namun ia kembali menyinggung pengetatan imigrasi secara umum, seraya mengutip jajak pendapat Harvard Harris pada Desember yang menunjukkan 80 persen warga AS mendukung deportasi imigran ilegal yang melakukan kejahatan.
Baca juga: Trump Masih Bela Agen ICE, Sebut Korban Penembakan Seharusnya Tidak Bawa Senjata