Jamin Kebijakan BI Tetap Berjalan, Destry: Pasar tak Perlu Panik

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Desty Damayanti. Foto: Dok BI

Jamin Kebijakan BI Tetap Berjalan, Destry: Pasar tak Perlu Panik

Eko Nordiansyah • 28 July 2026 10:30

Jakarta: Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta pelaku pasar tetap tenang usai pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI. Ia memastikan kebijakan Bank Indonesia tetap konsisten untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan.

"Untuk market, tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik. Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya," ujar Destry usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Destry, fokus utama BI saat ini tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sebagai pilar utama kebijakan moneter. Untuk itu, bank sentral akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen stabilisasi.

Ia mengatakan intervensi akan tetap dilakukan baik di pasar spot, non-deliverable forward (NDF), maupun domestic non-deliverable forward (DNDF) guna menjaga stabilitas nilai tukar.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Kebijakan mendukung pertumbuhan ekonomi

Selain itu, BI juga akan melanjutkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi melalui instrumen makroprudensial.

Sesuai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Juli, lanjut Destry, bank sentral juga tetap mendorong masuknya aliran modal asing (capital inflow) dengan memberikan insentif berupa penurunan biaya lindung nilai (hedging).

"Jadi kebijakan itu masih tetap kami lakukan dan juga di Bank Indonesia ini kepemimpinan dilakukan secara kolektif kolegial," kata Destry.

Destry menambahkan, seluruh anggota Dewan Gubernur akan memastikan seluruh tugas dan mandat bank sentral tetap berjalan sebagai mestinya. Ia pun berharap agar kondisi pasar keuangan domestik segera kembali stabil.

"Kita juga tentu berharap stabilitas di pasar keuangan kita akan bisa pulih dan normal kembali seperti semula," imbuh dia.

(Eko Nordiansyah)