20 Desa di Demak Ajukan Bantuan Air Bersih Akibat Kemarau

Droping air bersih untuk warga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, beberapa tahun yang lalu. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

20 Desa di Demak Ajukan Bantuan Air Bersih Akibat Kemarau

Silvana Febiari • 23 July 2026 15:29

Demak: Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Demak, Jawa Tengah. Sebanyak 20 desa telah mengajukan bantuan distribusi air bersih karena mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Mranggen, Karangawen, dan Karangtengah.

"Warga cukup mengambil melalui tandon air yang disediakan sesuai kebutuhan dan setiap saat. Kalaupun habis akan dilakukan droping tambahan," ujar Pelaksana Harian Kepala BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono, dilansir dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026. 
 


Pemerintah Kabupaten Demak mulai mengkoordinasikan pemanfaatan air baku untuk kebutuhan perusahaan daerah air minum (PDAM) dan irigasi pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang.

"Kami sudah menginstruksikan baik PDAM maupun Dinas Pertanian untuk berkoordinasi terkait ketersediaan air baku dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai penyedia air baku," kata Bupati Demak Eisti'anah.

Menurut Eisti'anah, koordinasi tersebut penting untuk memastikan kebutuhan air pertanian dan air bersih masyarakat tetap terpenuhi secara seimbang selama musim kemarau.


Ilustrasi kemarau. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.


Selain melakukan koordinasi pengelolaan air baku, Pemkab Demak juga memperoleh bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa tandon air untuk penampungan air bersih di wilayah rawan kekeringan.

Agus menjelaskan, tandon air bantuan pemerintah pusat akan dipinjamkan kepada desa yang membutuhkan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu mengantre saat mobil tangki BPBD mendistribusikan air bersih.

BPBD Demak memastikan stok air bersih masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kemarau. Penyaluran air bersih akan terus dilakukan secara berkala ke wilayah yang membutuhkan.

(Silvana Febiari)