2 Desa di Demak Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan 45 Ribu Liter Air Bersih

Pendistribusian air bersih di desa Jamus, Kecamatan Mranggen kemarin. Metrotvnews.com/ istimewa

2 Desa di Demak Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan 45 Ribu Liter Air Bersih

Rhobi Shani • 30 June 2026 14:02

Demak: Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah menyalurkan 45 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di dua desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menuturkan pendistribusian air bersih mulai dilakukan pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Dukuh Ngaluran, Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar. 

BPBD mengirimkan tiga truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter dengan total 15 ribu liter air bersih.

Selanjutnya, pada Senin, 29 Juni 2026, BPBD kembali menyalurkan enam tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter atau total 30 ribu liter ke Dukuh Krajan dan Dukuh Grijen, Desa Jamus, Kecamatan Mranggen. 

Bantuan diberikan setelah rusaknya fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang menyebabkan sekitar 200 kepala keluarga atau 800 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Agus mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau kering kali ini diperkirakan berlangsung selama tiga bulan .

"Jadi mengantisipasi di musim kemarau ini kami BPBD Kabupaten Demak sudah siap siaga menghadapi potensi bencana kekeringan untuk dropping air bersih apabila ada permintaan," kata Agus, Selasa, 30 Juni 2026. 

Ilustrasi. Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr

Pihaknya telah menyiapkan anggaran perubahan sebesar Rp50 juta untuk penanganan kekeringan. Namun, apabila kebutuhan air bersih meningkat untuk menghadapi kekeringan, BPBD akan berkolaborasi dengan sejumlah instansi, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik Pemerintah Kabupaten Demak.

Selain mengantisipasi kekeringan, lanjut dia, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan yang rawan terjadi saat musim kemarau. Koordinasi  dengan Dinas Pemadam Kebakaran telah dilakukan untuk memperkuat upaya mitigasi di wilayah yang berisiko.

Agus juga mengimbau masyarakat agar ikut mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun menyalakan api di lahan kering.

"Melalui surat edaran dan media sosial saya sampaikan dan menghimbau agar masyarakat bisa mencegah dan menekan adanya bencana. Jangan sampai membuang puntung rokok sembarangan, serta lahan-lahan kering dan luas dijaga betul, jangan sampai teledor membuat api atau yang lain," ujar Agus.

(Lukman Diah Sari)