Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di Jakarta Utara. Foto: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
DKI Bangun Ulang SDN Kebayoran Lama Selatan 09 usai Rusak 2 Tahun
Fachri Audhia Hafiez • 23 July 2026 11:55
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun kembali gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan. Fasilitas pendidikan tersebut mengalami kerusakan parah selama dua tahun terakhir.
“Saya akan segera memutuskan kapan ini akan dibangun. Dan yang jelas bagi Jakarta terutama bagi saya pribadi, pendidikan yang (kondisinya) seperti itu benar-benar menampar muka saya lah gitu,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di kawasan Jakarta Utara, dilansir Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
Pramono menegaskan perbaikan dan pembangunan kembali fasilitas sekolah tersebut mendesak, agar proses belajar mengajar dapat berlangsung aman dan nyaman. Guna mempercepat pengerjaan, Pemprov DKI siap memanfaatkan pendanaan alternatif seperti Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
“Saya sudah memerintahkan walaupun anggarannya belum ada di APBD atau APBD perubahan, kita bisa menggunakan dana-dana yang ada salah satunya KLB dan sebagainya. Makanya, segera saya mengambil keputusan,” ujar Pramono.
Pramono juga dijadwalkan meninjau langsung kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi pada Jumat, 24 Juli 2026. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta Nahdiana memastikan layanan pendidikan bagi para siswa tetap terpenuhi dengan baik di tengah skema penyesuaian tempat belajar sementara.
"Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal," jelas Nahdiana.

Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, yang roboh sejak 2024. Foto: Antara.
Nahdiana menjelaskan meski kegiatan belajar mengajar sementara waktu dilaksanakan dalam dua sif, kualitas pembelajaran tetap mengacu penuh pada kurikulum standar nasional.
"Kami terus melakukan pendampingan agar proses belajar mengajar berlangsung efektif. Yang terpenting, tidak ada satu pun anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas selama proses pembangunan sekolah dipersiapkan," kata Nahdiana.