Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,9 Kilometer

Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran pada Jumat malam, 24 Juli 2026.

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,9 Kilometer

Metro TV • 24 July 2026 22:23

Magelang: Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Jumat malam, 24 Juli 2026. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tercatat terjadi peristiwa awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 1.900 meter ke arah barat daya.

"Hari ini, berdasarkan pemantauan dari pukul 19.54 WIB terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1.900 meter," ungkap Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kristian Ade.

Dalam rekaman visual, terlihat jelas luncuran material vulkanik berwarna merah yang keluar dari kawah menuju lereng gunung. Berdasarkan data teknis, awan panas ini memiliki amplitudo maksimal 33,1 milimeter dengan durasi 129,42 detik. Jarak luncur diperkirakan mencapai 1.900 meter yang mengarah ke barat daya, tepatnya di hulu Kali Sat atau Kali Putih.

Sebelum kejadian awan panas ini, periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, Merapi juga tercatat telah mengeluarkan tujuh kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Kristian menambahkan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait hujan abu di wilayah lereng Merapi.

"Untuk aktivitas Gunung Merapi sampai dengan saat ini masih di level tiga atau Siaga," jelas dia.

Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran pada Jumat malam, 24 Juli 2026.

Sementara itu, masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan radius bahaya hingga 7 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar dingin dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di seputar puncak Merapi. (Lorien Nurajay Oxa)

(Lukman Diah Sari)