Dekarbonisasi Transportasi Kunci Kemandirian Energi dan Menjaga Lingkungan

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Istimewa.

Dekarbonisasi Transportasi Kunci Kemandirian Energi dan Menjaga Lingkungan

Anggi Tondi Martaon • 23 July 2026 19:13

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa dekarbonisasi sektor transportasi merupakan langkah strategis. Sebab, berperan penting dalam mewujudkan kemandirian energi.

"Indonesia harus memiliki semangat untuk mewujudkan kemandirian energi. Kita membutuhkan pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan tidak terganggu," kata AHY melalui keterangan tertulis, Kamis, 23 Juli 2026.

Hal itu disampaikan AHY dalam Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema Achieving Energy Security Through Transformation of the Transportation Sector.

AHY menyampaikan, dekarbonisasi transportasi juga untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Sebab, semakin besar penggunaan energi fosil berdampak pada emisi karbon yang dihasilkan.

"Semakin besar energi yang kita gunakan, semakin besar pula emisi karbonnya. Karena itu, transisi menuju energi baru terbarukan menjadi sebuah keniscayaan," ungkap AHY.

AHY menjelaskan bahwa sektor energi menyumbang sekitar 55 persen emisi karbon nasional. Dari jumlah tersebut, sektor transportasi berkontribusi 22 persen, sementara 89 persen emisi transportasi berasal dari transportasi darat. 

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Kondisi tersebut menjadikan transformasi transportasi sebagai salah satu instrumen paling efektif dalam mencapai target penurunan emisi Indonesia. "Dekarbonisasi harus dilakukan secara serius, termasuk di sektor transportasi," ungkap AHY.

Dia menyampaikan, dekarbonisasi sektor transportasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya, elektrifikasi kendaraan hingga penggunaan energi yang lebih efisien.

"Serta pengembangan kendaraan listrik nasional merupakan bagian dari solusi yang harus terus kita kawal bersama," ujar AHY.

(Anggi Tondi)