Rusia dan Tiongkok Soroti Aktivitas Militer AS-NATO di Kawasan Arktik

Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing. Foto: TASS

Rusia dan Tiongkok Soroti Aktivitas Militer AS-NATO di Kawasan Arktik

Muhammad Reyhansyah • 20 May 2026 17:48

Beijing: Rusia dan Tiongkok mengkritik peningkatan penempatan militer dan tekanan strategis di kawasan Arktik yang disebut dilakukan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutunya.

Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada Rabu 20 Mei 2026, di mana kedua negara berjanji memperkuat koordinasi dalam isu keamanan regional dan global.

Dalam deklarasi bersama yang dirilis usai pertemuan, Moskow dan Beijing menegaskan pentingnya melindungi kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara Arktik.

Mengutip Yeni Safak, keduanya menyebut kawasan Arktik seharusnya tetap menjadi wilayah yang berfokus pada perdamaian, stabilitas, dan minim ketegangan militer di tengah meningkatnya persaingan geopolitik.

Rusia dan Tiongkok menilai peningkatan aktivitas pertahanan di wilayah lintang utara berisiko merusak keseimbangan kawasan.

Mengacu pada kehadiran Amerika Serikat dan NATO di Arktik, deklarasi tersebut menegaskan Moskow dan Beijing tetap berkomitmen pada hukum internasional serta menolak militerisasi lebih lanjut di kawasan strategis tersebut.

Kedua negara juga menyoroti pentingnya dialog melalui forum internasional seperti Dewan Arktik.

Mereka menyerukan kerja sama multilateral yang lebih luas dalam bidang pembangunan ekonomi, penelitian ilmiah, dan keamanan jalur pelayaran seiring mencairnya es yang meningkatkan minat global terhadap koridor perdagangan dan sumber daya alam di Arktik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arktik menjadi arena persaingan strategis antara Rusia, AS, dan negara-negara NATO yang terus memperluas infrastruktur militer serta perencanaan strategis mereka di kawasan itu.

Analis menilai cadangan energi, jalur pelayaran, dan posisi geografis Arktik membuat kawasan tersebut semakin penting dalam kalkulasi keamanan global.

Sejumlah negara termasuk Turki juga disebut memantau perkembangan di Arktik karena dampaknya terhadap perdagangan internasional dan jalur energi global.

(Fajar Nugraha)