Tampil di JJN Season 5, Sampurasun Bandung Bawa Budaya Sunda ke Souvenir Modern

Aini Shaesarita dan Angga Nugraha founder Sampurasun Bandung, dok: Metro TV

Tampil di JJN Season 5, Sampurasun Bandung Bawa Budaya Sunda ke Souvenir Modern

Putri Purnama Sari • 6 July 2026 12:03

Jakarta: Souvenir bukan hanya sekadar buah tangan, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan budaya daerah. Berangkat dari gagasan tersebut, pasangan Aini Shaesarita dan Angga Nugraha menghadirkan Sampurasun Bandung, sebuah brand souvenir khas Kota Bandung yang mengangkat kekayaan budaya Sunda melalui berbagai motif khas.

Dalam Juragan Jaman Now Season 5, keduanya memperkenalkan inovasi terbaru berupa teknologi barcode yang disematkan pada setiap produk. Barcode tersebut dapat dipindai oleh pembeli untuk mengetahui kisah dan makna di balik setiap motif yang digunakan.

"Sampurasun tercipta bukan hanya sekadar sebagai wadah penyimpan barang, tapi juga menjadi sebuah wadah penyimpan ingatan," ujar Aini, dalam tayangan Juragan Jaman Now Season 5 Metro TV, yang dikutip Senin, 6 Juni 2026.

Angkat Filosofi Sunda Lewat Produk Souvenir


Souvenir Sampurasun Bandung, dok: Metro TV

Nama Sampurasun diambil dari salam khas masyarakat Sunda yang memiliki makna kerendahan hati. Berdiri sejak 2014, brand ini terus mengembangkan produk-produk souvenir dengan sentuhan budaya lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Menurut Aini, kehadiran teknologi barcode menjadi salah satu cara untuk memudahkan masyarakat mengenal cerita di balik setiap motif yang ada pada produk Sampurasun.

"Barcode tersebut bisa dipindai dan akan menampilkan kisah atau cerita dari motif-motif yang ada di produk tersebut," tambahnya.

Bidik Pembukaan Store di Jalan Braga

Sementara itu, Angga Nugraha mengungkapkan bahwa hingga saat ini lebih dari 100 perusahaan telah mempercayakan pembuatan souvenir kepada Sampurasun Bandung. Bahkan, banyak pelanggan yang kembali melakukan pemesanan.

Untuk mengembangkan bisnis, mereka berencana membuka toko fisik di kawasan Jalan Braga, Bandung, pada 2028. Guna mewujudkan rencana tersebut, Sampurasun Bandung mengajukan kebutuhan modal sebesar Rp500 juta yang akan digunakan untuk penyediaan produk di toko baru tersebut.

Menurut Angga, target omzet yang realistis dari toko tersebut mencapai sekitar Rp83 juta per bulan.

Panelis Sarankan Fokus Perluas Distribusi

Menanggapi presentasi tersebut, panelis Irwan Mussry menilai produk Sampurasun memiliki potensi yang besar. Namun, menurutnya, membuka toko baru bukan menjadi langkah yang paling tepat untuk saat ini.

Irwan menyarankan agar Sampurasun lebih fokus memperluas distribusi produk melalui marketplace maupun jaringan toko ritel yang sudah memiliki nama besar dengan cara kolaborasi.

"Lebih bagus kalau dilihat bagaimana produksinya bisa dijaga kualitasnya, masuk ke marketplace atau berada di outlet-outlet yang sudah punya nama," ujar Irwan.

Dapat Bantuan Rp10 Juta untuk Pengurusan HAKI

Meski belum menerima tawaran investasi yang diajukan, mentor Reino Barack tetap memberikan apresiasi terhadap konsep dan identitas visual yang dimiliki Sampurasun Bandung.

Menurut Reino, karakter grafis pada produk Sampurasun memiliki nilai yang kuat sehingga perlu segera mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI).

Sebagai bentuk dukungan, Reino memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk membantu proses pendaftaran hak cipta atas desain grafis yang dimiliki Sampurasun.

"Kami ingin memberikan bantuan agar grafik-grafik tersebut bisa dipatenkan karena itu yang menjadi kunci penting bagi brand Sampurasun," kata Reino.

Selain itu, Reino juga menyampaikan bahwa jaringan Urban Icon siap membantu memasarkan produk Sampurasun melalui outlet-outlet yang dimilikinya apabila diperlukan.

(Putri Purnama Sari)