Usai Kesepakatan, Netanyahu Justru Pertahankan Zona Penyangga Permanen di Lebanon

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: EPA-EFE

Usai Kesepakatan, Netanyahu Justru Pertahankan Zona Penyangga Permanen di Lebanon

Muhammad Reyhansyah • 2 July 2026 18:57

Beirut: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan negaranya akan mempertahankan zona penyangga (buffer zone) di Lebanon selatan meski telah tercapai kerangka kesepakatan damai dengan Beirut. 

Langkah itu disebut bertujuan mencegah kelompok Hizbullah kembali membangun kekuatan di sepanjang perbatasan kedua negara.

Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut saat mengunjungi pasukan Israel yang ditempatkan di zona keamanan di Lebanon selatan, Selasa, 30 Juni 2026. 

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan Israel tidak akan mengizinkan kelompok bersenjata kembali memiliki pijakan di wilayah perbatasan.

"Kami akan mempertahankan kendali atas zona penyangga di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza. Kami tidak akan lagi membiarkan pasukan teroris memiliki pijakan di perbatasan kami," kata Netanyahu, dikutip dari The New York Post, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia juga menegaskan pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan hingga ancaman dari Hizbullah benar-benar dihilangkan.

"Selama Hizbullah masih bersenjata dan hadir di sini serta menjadi ancaman bagi kami, kami akan tetap berada di sini," ujarnya.

Menurut Netanyahu, kerangka kesepakatan yang ditandatangani Israel dan Lebanon pada Jumat lalu merupakan pukulan bagi poros Iran. Namun, ia memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut berpotensi mendapat tantangan dari Teheran maupun kelompok-kelompok yang didukungnya.

Dalam kunjungan itu, Netanyahu juga menyerukan agar Iran dan Hizbullah meninggalkan Lebanon selatan. Ia memuji pasukan Israel karena dinilai berhasil menciptakan kondisi yang memungkinkan tercapainya kesepakatan antara kedua negara.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan pemerintah tidak akan menarik pasukan dari Lebanon, Suriah, maupun Jalur Gaza selama ancaman dari kelompok-kelompok yang didukung Iran masih ada. Menurutnya, militer Israel tetap bersiaga menghadapi kemungkinan serangan lanjutan dari Iran maupun Hizbullah.

Kerangka kesepakatan yang dicapai Israel dan Lebanon pekan lalu mensyaratkan Hizbullah disingkirkan dari wilayah Lebanon selatan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik di perbatasan kedua negara.

(Fajar Nugraha)