AS Duga Israel Berencana Bunuh Tim Negosiator Iran dalam Perundingan Damai

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran dalam negosiasi gencatan senjata. Foto: The New York Times

AS Duga Israel Berencana Bunuh Tim Negosiator Iran dalam Perundingan Damai

Fajar Nugraha • 3 July 2026 09:35

Washington: Pada Kamis, 2 Juli, sejumlah pejabat dan mantan pejabat Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa Israel kemungkinan besar sempat merencanakan pembunuhan terhadap para negosiator papan atas Iran.

Laporan surat kabar harian AS, The New York Times, menyebutkan bahwa rencana aksi tersebut sedianya ditargetkan terjadi di tengah jalannya perundingan gencatan senjata yang sensitif pada musim semi ini.

Media tersebut membeberkan informasi dari para pejabat AS yang mengatakan kekhawatiran Washington bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi serta Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf terancam menjadi sasaran pembunuhan saat proses negosiasi berjalan intensif pada bulan April lalu.

Merujuk pada laporan tersebut, pemerintahan Donald Trump merasa sangat khawatir hingga memutuskan untuk meminta bantuan dari negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.

“Langkah diplomatik ini diambil guna memperingatkan Teheran mengenai potensi ancaman Israel yang menargetkan kedua pejabat tinggi tersebut,” menurut laporan The New York Times, Jumat 3 Juli 2026.

Jajaran pejabat AS dilaporkan meyakini bahwa setiap upaya pembunuhan yang terjadi setelah negosiasi resmi dimulai secara serius pada April otomatis akan menghentikan total proses dialog, sekaligus menyalut kembali api konflik bersenjata di kawasan.

Laporan itu juga mengungkap bahwa Washington mendeteksi nama Qalibaf setidaknya telah masuk ke dalam daftar target operasi militer Israel, yang kemudian membuat AS mendesak Tel Aviv untuk tidak melanjutkan rencana aksi tersebut.

Selain itu, sumber dari pejabat Iran menyebutkan bahwa Teheran sempat menuntut jaminan keamanan dari pihak AS melalui perantara mediator Pakistan dan Qatar, guna memastikan Israel tidak akan menyerang tim negosiator mereka selama pertemuan diplomatik berlangsung.

Laporan ini turut merinci sebuah insiden yang terjadi pada bulan April, di mana penerbangan pulang Qalibaf dari Islamabad terpaksa dialihkan ke Mashhad. Keputusan darurat tersebut diambil setelah pasukan keamanan Iran mendeteksi adanya dua jet tempur Israel yang mencoba menyusup masuk ke dalam ruang udara Iran.

Pihak stasiun diplomatik Kedutaan Besar Israel di Washington dilaporkan menolak memberikan komentar atau tanggapan resmi apa pun terkait seluruh tuduhan yang beredar. Seorang pejabat AS menegaskan kepada pihak surat kabar bahwa proses dialog antara delegasi Amerika Serikat dan Iran hingga saat ini masih terus berjalan.

Ia juga mengatakan bahwa Presiden Donald Trump sangat menginginkan agar proses perdamaian ini terus bergulir.

(Kelvin Yurcel)

(Fajar Nugraha)