Prediksi cuaca kota-kota besar di Indonesia. Instagram: @InfoBMKG
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di Pantura Jateng hingga Akhir Januari
Media Indonesia • 21 January 2026 15:25
Semarang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada dasarian ketiga Januari 2026, atau periode 21-31 Januari. Penetapan ini menyusul potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan mencapai 200 hingga 300 milimeter dalam satu dasarian.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan status siaga merupakan level peringatan dini tertinggi dalam sistem Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang perlu diantisipasi serius.
"Status siaga ini menjadi peringatan dini tertinggi yang harus diwaspadai bersama," kata Teguh di Cilacap dikutip Media Indonesia, Rabu, 21 Januari 2026.
Wilayah yang masuk dalam status siaga meliputi Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Demak, Kudus, Jepara, serta Kota Pekalongan. Selain itu, BMKG juga menetapkan status waspada untuk sejumlah daerah lain di Jawa Tengah dengan potensi curah hujan 150 hingga 200 milimeter per dasarian.
Baca Juga :
Angin Kencang Rusak 25 Rumah di Gianyar
Daerah berstatus waspada tersebut antara lain Kabupaten Brebes, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Temanggung, Magelang, Kendal, Semarang, Boyolali, Klaten, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, serta Kota Tegal, Magelang, Semarang, Salatiga, dan Surakarta.
Terkait kondisi ini, Teguh mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Bencana yang dimaksud seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan segera melakukan langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko.

Kerusakan jalan di ruas Kudus-Pati akibat beberapa hari banjir merendam. MI
"BMKG akan terus memantau dinamika atmosfer dan memperbarui informasi peringatan dini sesuai perkembangan cuaca terkini di wilayah Jawa Tengah," tambahnya.
Peringatan dini ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua pihak untuk mengambil langkah persiapan dan mitigasi yang diperlukan guna mengurangi dampak dari cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi.