BKSDA Riau Kerahkan Tim Giring Kawanan Harimau di Pelalawan Kembali Masuk Hutan

Ilustrasi penampakan harimau yang direkam pekerja di Kawasan WIP Zamrud, PT BSP, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. ANTARA/HO-Tangkapan Layar FB Armawati Sinaga

BKSDA Riau Kerahkan Tim Giring Kawanan Harimau di Pelalawan Kembali Masuk Hutan

Whisnu Mardiansyah • 20 January 2026 15:20

Pelalawan: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim mitigasi untuk menggiring beberapa individu diduga anak harimau di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Upaya ini dilakukan agar satwa tersebut kembali masuk ke dalam kawasan hutan.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyampaikan berdasarkan hasil identifikasi, kemunculan satwa harimau Sumatera terdeteksi di perbatasan kawasan hutan yang merupakan bagian dari kantong (habitat) pergerakan alaminya. Namun, lokasi kemunculan berjarak cukup dekat dengan permukiman warga, yakni sekitar 200 hingga 300 meter.

"Jadi fokus utama tim saat ini adalah melakukan upaya penggiringan agar kawanan harimau tersebut bergerak kembali menjauh dari permukiman dan masuk ke dalam kawasan hutan yang lebih aman," kata Supartono di Pekanbaru seperti dilansir Antara, Selasa, 20 Januari 2026.
 


Tim BBKSDA Riau di lapangan menemukan indikasi terdapat lebih dari satu individu harimau. Satwa tersebut merupakan satu kesatuan keluarga yang terdiri atas satu induk dan anakan yang diperkirakan berusia 4 hingga 5 bulan.

"Pada usia tersebut, anak harimau masih berada dalam masa transisi penyapihan dan memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap induknya," jelas Supartono.

Atas temuan itu, tim gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri, pihak Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) terdekat, serta masyarakat setempat saat ini terus melakukan pemantauan intensif secara berkala. Selain itu, tim juga memberikan edukasi kepada warga untuk selalu waspada dalam beraktivitas terutama pada waktu fajar dan menjelang malam.


Seekor harimau sumatra terekam kamera jebak TNBT di Resort Suo-Suo, Provinsi Jambi. ANTARA/HO-SPTN Wilayah I TNBT

Kemudian, warga juga diimbau menjaga peliharaan ternak dengan aman dan tidak melepaskannya di area terbuka. Langkah ini untuk menghindari daya tarik bagi harimau mendekati area permukiman. Warga juga diminta tetap tenang. Tim juga melakukan sosialisasi dan himbauan untuk tidak merekam dan menyebarluaskan video penemuan harimau Sumatra.

"Sebab dikhawatirkan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat dan menghindari informasi hoaks. Apabila menemukan penampakan harimau, segera melaporkan kepada tim Balai Besar KSDA Riau jika melihat tanda-tanda keberadaan satwa tersebut," pesan Supartono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(whis)