Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance telah memimpin delegasi AS dalam negosiasi langsung putaran pertama dengan Iran di Pakistan. (Anadolu Agency)
AS Pastikan Batal Kirim Delegasi ke Pakistan hingga Ada Proposal Terpadu Iran
Willy Haryono • 22 April 2026 15:47
Washington: Kunjungan delegasi Amerika Serikat (AS) ke Pakistan resmi dibatalkan hingga Washington menerima proposal terbaru dari Iran, menurut keterangan seorang pejabat Gedung Putih pada Rabu, 22 April 2026.
“Merujuk pada unggahan Presiden Donald Trump di Truth Social yang mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat sedang menunggu proposal terpadu dari Iran, kunjungan ke Pakistan tidak akan terjadi hari ini. Setiap pembaruan mengenai pertemuan tatap muka akan diumumkan oleh Gedung Putih,” kata pejabat tersebut, seperti dikutip dari Antara.
Sebelumnya pada Selasa kemarin, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sambil tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di dekat Selat Hormuz.
“Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan militer kita untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu. Dengan demikian, gencatan senjata akan diperpanjang sampai proposal mereka diajukan dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau cara lain,” tulis Trump.
Trump juga mengatakan keputusan memperpanjang gencatan senjata diambil atas permintaan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, dan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Ia menambahkan bahwa langkah tersebut bertujuan memberi waktu bagi Iran untuk menyusun “proposal terpadu”.
Sebelumnya di hari Senin, Trump menyebut delegasi AS dijadwalkan tiba di Pakistan untuk menggelar pembicaraan dengan Iran.
Namun, laporan The New York Times satu hari setelahnya menyebutkan bahwa kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Islamabad ditunda karena Teheran belum mengonfirmasi partisipasinya.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa Teheran belum mengambil keputusan akhir terkait keikutsertaan dalam negosiasi langsung dengan AS tersebut.
Baca juga: Penasihat Parlemen Iran Serukan Respons Militer terhadap Blokade Laut AS