Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Solo. Metrotvnews.com/ Triawati
Profil Gubernur Jateng yang Raih Penghargaan di NGA 2026
Siti Yona Hukmana • 28 April 2026 12:11
Jakarta: Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi menerima penghargaan dalam ajang National Governance Award (NGA) 2026. Pensiunan Polri ini dinilai sukses menangani stunting di Provinsi Jateng.
Maka itu, ia menerima penghargaan dengan kategori Outstanding Province in Progressive Stunting Rate. Luthfi pun bangga dengan prestasi yang diraih.
"Ini menjadi kebanggaan sekaligus spirit bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat," kata Luthfi di Jakarta, dikutip Selasa, 28 April 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah pimpinan Ahmad Luthfi memperkuat layanan dasar kesehatan masyarakat di Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan berkolaborasi dengan 369 rumah sakit untuk bersama-sama mengintegrasikan dengan puskesmas, laboratorium, stakeholder terkait, hingga di tingkat desa.
Upaya itu membuahkan hasil, pada 2024 prevalensi stunting Jateng berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia berada di angka 17,1persen, atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20,7 persen. Bahkan, prevelensi itu di bawah angka nasional yang sebesar 19,8 persen.
Upaya yang dilakukan Pemprov Jateng dalam menurunkan stunting, antara lain skrining anemia pada remaja putri, konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian tambahan makanan untuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemantauan pertumbuhan balita, dan lainnya.
Ajak 7.810 kepala desa mengikuti sekolah antikorupsiAhmad Luthfi ingin wilayahnya bebas dari korupsi. Ia mengajak 7.810 kepala desa mengikuti sekolah antikorupsi dengan tagline “Ngopeni Nglakoni Desa Tanpo Korupsi“ di GOR Indoor Kompleks Stadion Jatidiri, Kota Semarang. Acara ini menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polda Jawa Tengah, dan Kejaksaan. Kegiatan ini wajib diikuti oleh para Kades se-Jawa Tengah agar para Kades mengetahui aturan-aturan pokok serta tidak melanggar ketentuan perundang-undangan.
Tidak hanya itu, Ahmad juga melakukan upaya pencegahan korupsi dengan memiliki 30 desa antikorupsi serta mengajukan 297 desa antikorupsi di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah ini juga menjamin perlindungan kepada semua kepala desa di wilayahnya saat menjalankan program pembangunan desa.
Jadikan wilayah Solo Raya jadi Aglomerasi Ekonomi di Jateng
Pemprov Jateng menetapkan kawasan Solo Raya sebagai percontohan program aglomerasi ekonomi. Diharapkan model aglomerasi Solo Raya dapat diterapkan di wilayah lain di Jawa Tengah. Konsep aglomerasi ekonomi dirancang untuk melampaui pola pengembangan ekonomi berbasis kegiatan jangka pendek.
Dalam hal ini, Solo Raya diarahkan menjadi satu ekosistem ekonomi terpadu yang mengintegrasikan potensi antarwilayah, dengan Kota Solo sebagai simpul utama. Luthfi menegaskan pendekatan aglomerasi diperlukan untuk mengatasi ketimpangan dan fragmentasi pembangunan ekonomi antarwilayah. Melalui integrasi perencanaan, infrastruktur, serta kebijakan lintas daerah, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak lagi terpusat di satu kota, melainkan menyebar ke kabupaten dan kota penyangga.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (tengah) menerima penghargaan National Governance Award 2026. Foto: Metrotvnews.com/Vania Liu.
Pensiunan Polri
Ahmad Luthfi merupakan purnawirawan Polri yang pernah menjabat Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah dengan pangkat terakhir komisaris jenderal (Komjen) atau jenderal polisi bintang tiga. Luthfi lahir di Surabaya pada 22 November 1966 dari pasangan Haji Makali dan Hajah Musarofah.
Namun, Luthfi bukan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Pria yang akrab disapa 'Jenderal Luthfi' ini mengawali pendidikannya di Sekolah Perwira Militer Sukarela tahun 1989 dengan pengalaman di bidang intelijen keamanan.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Lanjutan Perwira. Luthfi juga merupakan lulusan Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (SESPIM) Polri tahun 2005 dan Lembaga Ketahanan Nasional pada 2017.
Sepanjang kariernya di kepolisian, Ahmad Luthfi banyak bertugas di wilayah Jawa Tengah. Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara pernah diembannya, mulai dari Kapolres Batang.
Jabatannya makin moncer setelah didapuk menjadi Wadir Intelkam Polda Jateng tahun 2010. Lalu, tahun 2011, Luthfi dimutasi menjadi Wakapolresta Surakarta mendampingi Kapolresta Nana Sudjana.
Kariernya semakin mentereng tahun 2018, ia dipercaya untuk menjabat sebagai Wakapolda Jawa Tengah. Kini, Ahmad Luthfi menjadi Gubernur Jateng setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto untuk masa jabatan 2025-2030.